Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Terapi USEFT bagi Siswa SMKN 1 Ende
- 25 Jun 2026 08:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende menghadirkan pendekatan berbeda melalui kegiatan terapi kesehatan mental bagi pelajar. Program tersebut menyasar siswa SMK Negeri 1 Ende yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan di lingkungan kepolisian.
Sebanyak sembilan siswa peserta PKL mengikuti sesi Terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique atau USEFT pada Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 Wita di Gedung Bhayangkara Polres Ende dengan suasana hangat dan penuh perhatian.
Program ini diinisiasi Bagian SDM Polres Ende sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang segera diperingati. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut program Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko terkait perhatian kesehatan mental.
Menurut penyelenggara, pengalaman praktik di lingkungan kepolisian menghadirkan tantangan baru bagi kalangan pelajar peserta PKL. Situasi tersebut berpotensi memunculkan kelelahan emosional, tekanan psikologis, hingga stres akibat adaptasi terhadap lingkungan kerja.
Sesi terapi dipandu langsung Aipda Yumias Markus Lete yang bertugas pada Bagian SDM Polres Ende. Ia diketahui telah mengikuti pelatihan khusus serta memiliki sertifikasi dalam penerapan metode terapi USEFT.
Dalam pemaparannya, Aipda Yumias menjelaskan bahwa USEFT membantu peserta melepaskan berbagai beban emosi negatif. Metode tersebut juga diyakini mampu meningkatkan ketenangan batin, konsentrasi belajar, serta motivasi menjalani aktivitas sehari-hari.
Ia mengatakan banyak pelajar kerap menghadapi kecemasan, ketakutan, maupun perasaan bersalah yang memengaruhi perkembangan diri. Melalui terapi tersebut, peserta diajak mengenali sekaligus melepaskan emosi yang dinilai menghambat pertumbuhan positif.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa duduk melingkar sambil mengikuti arahan terapi secara bertahap dan terstruktur. Mereka melakukan ketukan ringan pada beberapa titik tubuh yang dikenal sebagai jalur meridian energi.
Ketukan dilakukan pada area dahi, sekitar mata, bawah hidung, dagu, hingga bagian dada secara berurutan. Bersamaan dengan itu, peserta mengucapkan afirmasi positif untuk melepaskan emosi yang selama ini membebani pikiran.
Suasana semakin khidmat ketika peserta diminta memejamkan mata dan memusatkan perhatian kepada diri sendiri. Mereka diarahkan membangun komitmen menjadi pribadi lebih baik serta menghormati dan membanggakan kedua orang tua.
Usai sesi terapi, para peserta mengaku merasakan perubahan emosional yang cukup nyata dibandingkan sebelumnya. Sebagian besar menyampaikan perasaan lebih tenang, segar, dan memiliki semangat baru untuk menjalani kegiatan PKL.
Salah seorang siswa mengatakan dirinya merasa lebih bersemangat setelah mengikuti seluruh rangkaian terapi yang diberikan. Peserta lainnya mengaku memperoleh ketenangan batin serta kondisi psikologis yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan penuh keakraban antara peserta dengan jajaran Polres Ende. Melalui langkah ini, Polres Ende menunjukkan perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda secara nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....