BMKG NTT Minta Warga Pesisir Waspadai Angin Kencang akibat Monsun Timur

  • 24 Jun 2026 15:22 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Monsun Timur sebabkan angin kencang di NTT.
  • Wilayah pesisir selatan NTT perlu tingkatkan kewaspadaan.
  • Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta waspada.

RRI.CO.ID, Ende - BMKG NTT meminta masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang yang terjadi selama musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Timur atau Monsun Australia.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengatakan angin kencang yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan fenomena yang normal terjadi setiap tahun. Fenomena itu muncul ketika massa udara bergerak dari Australia menuju Asia melewati wilayah NTT.

Menurutnya, peningkatan kecepatan angin dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara Benua Australia dan Benua Asia. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan aliran massa udara bergerak lebih kuat melintasi wilayah NTT.

“Perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia menyebabkan aliran massa udara yang cukup kuat melintasi wilayah NTT sehingga menimbulkan angin kencang,” ujarnya.

Ia menjelaskan wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan. Daerah tersebut antara lain bagian selatan Pulau Timor, Pulau Rote, dan Pulau Sumba.

Selain meningkatkan kecepatan angin, kondisi ini juga dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan. Karena itu, nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.

BMKG memperkirakan periode angin kencang masih dapat berlangsung hingga September seiring aktifnya Monsun Timur. Puncak kekuatan angin diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....