BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Sedang hingga Tinggi di Perairan NTT
- 24 Jun 2026 15:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim bagi wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan tersebut berlaku mulai Rabu, 24 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WITA.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kupang, Salsabila Divira Artian, menyebutkan sejumlah wilayah perairan NTT berpotensi mengalami gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini masuk dalam kategori gelombang sedang yang perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, dan Selat Alor. Selain itu, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, serta perairan selatan Sumba juga diprakirakan mengalami kondisi serupa.
Potensi gelombang sedang hingga tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, dan Selat Pukuafu. Wilayah perairan selatan Timor-Rote serta perairan Taman Nasional Komodo turut masuk dalam area yang perlu mendapat perhatian khusus.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan terdampak. Oleh karena itu, para pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar.
Sementara itu, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah perairan NTT diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 12 hingga 46 kilometer per jam.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru yang disampaikan secara resmi. Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Apabila di laut mulai terlihat tanda-tanda cuaca memburuk seperti angin kencang, gelombang tinggi, atau jarak pandang yang terbatas, aktivitas pelayaran sebaiknya ditunda. Keselamatan nelayan dan pengguna jasa transportasi laut harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Peringatan dini ini menjadi perhatian penting mengingat sektor perikanan dan transportasi laut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur. Dengan meningkatnya kewaspadaan serta kepatuhan terhadap informasi cuaca BMKG, risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk diharapkan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....