Pemkab Manggarai Sambut KKN UGM, Harap Lahir Inovasi untuk Masyarakat

  • 24 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 50 hari di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai. Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat melalui empat klaster keilmuan, yakni medis, pertanian, saintek, serta sosial humaniora.

Kehadiran mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai, Senin (22/6/2026). Audiensi tersebut dipimpin Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Cabang BRI Ruteng, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Wakil Bupati Fabianus Abu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM yang kembali memilih Kabupaten Manggarai sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program serupa yang dilaksanakan tahun lalu di Desa Satar Lenda dan Desa Nuca Molas telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

“Kami menyampaikan apresiasi karena setelah pelaksanaan KKN tahun lalu di dua desa tersebut, mulai muncul perubahan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para mahasiswa dapat menjadikan kegiatan KKN sebagai ruang belajar sosial sekaligus sarana mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurut Fabianus, Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama para alumni UGM yang berada di daerah siap memberikan dukungan agar seluruh program pengabdian dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Rafael Edibosko, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Ia berharap para mahasiswa memperoleh pendampingan selama menjalankan program agar tujuan pengabdian dapat tercapai secara optimal.

“Kalau dalam budaya Jawa, kehadiran kami hari ini namanya kulonuwun atau permisi. Kami berharap adanya jalinan komunikasi dan koordinasi yang intensif demi kelancaran program,” kata Rafael.

Program KKN UGM di Kecamatan Satarmese Barat dijadwalkan berlangsung selama 50 hari dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....