Dana Desa 2026 Salur Lebih Cepat di Manggarai Raya dan Ngada

  • 22 Jun 2026 09:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng mencatat progres signifikan dalam penyaluran Dana Desa Reguler Tahap I Tahun Anggaran 2026 di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada. Realisasi penyaluran tahun ini dilaporkan berjalan jauh lebih cepat dan responsif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, hingga akhir Triwulan I-2026, Dana Desa Reguler Tahap I sudah tersalurkan kepada 331 desa atau mencapai 50,30% dari total keseluruhan desa. Sementara pada Triwulan I-2025 lalu, realisasi penyaluran baru menyasar 78 desa atau hanya sebesar 11,85%.

Kepala KPPN Ruteng, Akhmad Zainuddin, menyebutkan percepatan ini juga berlanjut pada penyaluran Tahap II. Hingga 17 Juni 2026, Dana Desa Reguler Tahap II telah tersalur kepada 435 desa atau 66,11 persen, dengan nilai Rp84,17 miliar. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang baru mencapai 4 desa.

Menurutnya, percepatan penyaluran Dana Desa 2026 menunjukkan adanya peningkatan tata kelola keuangan desa, sehingga syarat administrasi penyaluran dapat dipenuhi lebih cepat oleh pemerintah desa.

“Percepatan penyaluran Dana Desa Reguler Tahap I 2026 menunjukkan adanya peningkatan tata kelola keuangan desa, sehingga syarat salur Dana Desa Tahap I 2026, yakni peraturan desa mengenai APBDes serta laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran Dana Desa tahun 2025, dapat diselesaikan lebih cepat," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang dinilai aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada desa-desa. Akhmad juga mengimbau desa-desa yang belum mengajukan pencairan Tahap II agar segera merealisasikan penggunaan Dana Desa Tahap I secara transparan dan akuntabel.

Pemanfaatan anggaran yang cepat dan tepat sasaran diharapkan mampu menghasilkan output konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menghindari potensi hambatan penyaluran anggaran pada tahun berikutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....