YouTube Luncurkan Panduan Orang Tua untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
- 20 Jun 2026 11:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi perlindungan anak di ruang digital. Buku panduan tersebut hadir untuk membantu orang tua dan pendidik mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital secara aman.
Peluncuran panduan itu merupakan bagian dari implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Program tersebut diumumkan di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin 8 Juni 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan peluncuran Digital Wellbeing Guidebook menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Menurutnya, masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan jelas untuk mendampingi anak saat berinteraksi di ruang digital.
“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” ujar Meutya.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua kini tidak hanya melindungi anak di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang semakin kompleks. Kehadiran teknologi, menurutnya, menuntut pola pengawasan dan pendampingan yang lebih adaptif.
“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” ucapnya.
Sebagai platform digital, YouTube menyatakan peluncuran buku panduan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung edukasi keluarga. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi regulasi perlindungan anak di tingkat rumah tangga.
“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” ujar perwakilan YouTube.
Buku panduan ini disusun melalui kolaborasi antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, serta sejumlah ahli terkait. Kolaborasi tersebut dilakukan agar materi yang disusun sesuai dengan kebutuhan orang tua dan perkembangan perilaku digital anak.
Meutya menegaskan tujuan perlindungan anak di ruang digital bukan untuk membatasi akses teknologi. Pemerintah justru ingin memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....