Kemenag Sikka Perkuat Edukasi Cegah Stunting Sejak Masa Pranikah
- 19 Jun 2026 16:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting serta penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka di Aula Hotel Wailiti, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan itu diikuti tenaga kesehatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.
Dalam pemaparannya, Yosef menekankan bahwa upaya menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting perlu dimulai sejak masa pranikah. Menurutnya, langkah pencegahan akan lebih efektif jika calon pasangan suami istri dibekali pemahaman yang memadai sebelum membangun keluarga.
Ia menjelaskan bahwa edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, dan perencanaan keluarga sehat menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang berkualitas. Pemahaman tersebut juga dinilai mampu mengurangi risiko kehamilan berisiko yang dapat berdampak pada ibu maupun bayi.
“Kita harus bergerak dari hulu. Ketika calon pengantin memahami kesehatan reproduksi, pentingnya pemenuhan gizi, serta perencanaan keluarga yang sehat, maka risiko kematian ibu dan bayi serta stunting dapat dicegah sejak awal,” ujar Yosef.
Menurut Yosef, Kementerian Agama memiliki posisi strategis dalam menjangkau masyarakat melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan jaringan penyuluh agama lintas agama. Jaringan tersebut menjadi saluran penting dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Ia menyebut sejumlah program yang telah dijalankan, antara lain Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Program Pusaka Sakinah, pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan pasangan dan remaja dalam membangun keluarga yang sehat.
Kementerian Agama juga terus memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan, BKKBN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para penyuluh agama. Kolaborasi ini dilakukan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima masyarakat melalui pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya setempat.
Yosef menilai keberhasilan menurunkan AKI, AKB, dan stunting tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui berbagai program dan kolaborasi yang terus diperkuat, Kementerian Agama Kabupaten Sikka menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas merupakan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. “Ketika keluarga dibangun dengan kesiapan yang baik, maka kita tidak hanya menyelamatkan ibu dan anak, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan Kabupaten Sikka yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera,” ungkap Yosef.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....