Sekda Flotim Tanam 1.000 Cabai Bersama Warga Binaan Rutan
- 18 Jun 2026 09:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Program pembinaan warga binaan di Rutan Kelas IIB Larantuka kembali diperkuat melalui kegiatan pertanian produktif. Sebanyak seribu bibit cabai rawit ditanam bersama sebagai bagian mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga.
Kegiatan penanaman berlangsung di lahan pertanian Rutan Kelas IIB Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu 17 Juni 2026. Acara tersebut melibatkan warga binaan serta sejumlah pejabat daerah yang hadir memberikan dukungan terhadap program pembinaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Petrus Pedo Maran, hadir mewakili Bupati Flores Timur dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program pemberdayaan yang dijalankan bagi warga binaan.
Menurut Pedo Maran, pengelolaan rumah tahanan memiliki tantangan tersendiri karena berkaitan langsung dengan pembinaan manusia. Karena itu, setiap kegiatan positif dinilai memiliki arti penting dalam membangun perubahan perilaku dan keterampilan.
Ia menilai penanaman cabai rawit tidak sekadar menjadi kegiatan pertanian yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut juga mencerminkan upaya menanam harapan baru bagi warga binaan yang sedang menjalani pembinaan.
Melalui kegiatan itu, warga binaan didorong tetap memiliki optimisme serta semangat untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Pembinaan keterampilan produktif diharapkan membantu mereka mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat nantinya.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga menyatakan komitmen mendukung berbagai program pembinaan yang dilaksanakan pihak Rutan Larantuka. Dukungan tersebut akan diperkuat melalui kolaborasi bersama perangkat daerah teknis sesuai kebutuhan program pemberdayaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka, Jaka Putra, menjelaskan kegiatan tersebut mendukung program ketahanan pangan. Selain mendukung kebutuhan pangan, program itu juga menjadi bagian pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Menurutnya, keberadaan narapidana dalam rumah tahanan memerlukan pendekatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Karena itu, sektor pertanian dipilih sebagai sarana membangun keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan kelak.
Jaka Putra berharap program pertanian mampu mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi media asimilasi dan edukasi yang efektif bagi peserta.
Dalam kesempatan itu, pihak Rutan turut mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur serta unsur Forkopimda setempat. Dukungan tersebut diharapkan berupa sarana dan prasarana pertanian guna menunjang aktivitas kelompok tani binaan.
Kelompok Tani Bui Nagi yang dibentuk warga binaan menjadi wadah utama pelaksanaan berbagai kegiatan pertanian produktif. Melalui kelompok tersebut, warga binaan memperoleh kesempatan belajar teknik budidaya secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Salah seorang anggota kelompok, Laurensius Balik Mangu, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dari program pembinaan tersebut. Berbagai pelatihan dan pendampingan penyuluh pertanian dinilai meningkatkan keterampilan bercocok tanam yang dimilikinya saat ini.
Selain mempelajari budidaya cabai rawit, warga binaan juga dikenalkan pada metode pertanian ramah lingkungan modern. Penggunaan media tanam berbahan alami seperti daun pisang menjadi salah satu inovasi yang diterapkan.
Melalui penanaman seribu cabai rawit tersebut, Rutan Larantuka memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Program itu diharapkan membuka peluang baru bagi warga binaan untuk membangun kehidupan produktif setelah bebas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....