ACIL Ende Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik sejak Dini
- 18 Jun 2026 08:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Komunitas Anak Cinta Lingkungan (ACIL) Ende mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik karena volume sampah terus meningkat setiap tahun. Ajakan tersebut disampaikan dalam siaran Komunitas Bicara di Pro 1 RRI Ende, Senin (15/6/2026), menyusul produksi sampah di Ende yang mencapai puluhan ton setiap hari.
Ketua ACIL Ende, Umar Hamdan, mengatakan persoalan sampah plastik menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian seluruh pihak. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kebersihan semata.
Plastik masih digunakan secara luas karena dianggap praktis, murah, dan mudah diperoleh oleh masyarakat sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah sampah plastik terus bertambah dari berbagai aktivitas rumah tangga maupun perdagangan.
"Plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai sehingga kita harus lebih bijak mengelolanya setiap hari," kata Umar. Ia menegaskan perubahan perilaku masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan.
Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah, sungai, laut, serta lingkungan sekitar. Selain itu, keberadaan mikroplastik berpotensi mengancam kesehatan manusia dan berbagai organisme yang hidup di alam.
ACIL Ende menilai pendidikan lingkungan perlu diperkuat sejak usia dini melalui program pembelajaran yang berkelanjutan. Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran siswa terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan.
Melalui program ACIL Go To School, komunitas tersebut rutin memberikan edukasi kepada pelajar di berbagai sekolah di Kabupaten Ende. Kegiatan itu mencakup sosialisasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah, serta pemanfaatan bank sampah secara berkelanjutan.
Menurut Umar, bank sampah dapat menjadi sarana pendidikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang dikumpulkan dan dipilah dengan baik memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan kembali.
"Jadilah orang yang berguna di lingkungan kita, jangan menjadi sampah bagi masyarakat sekitar," ujarnya. Pesan tersebut disampaikan untuk mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
ACIL berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat untuk mengatasi persoalan sampah. Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, pengurangan sampah plastik dapat diwujudkan demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....