TNI dan Polri Sepakat Damai Pascainsiden Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo

  • 18 Jun 2026 23:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kesalahpahaman yang melibatkan oknum anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat berhasil diselesaikan secara damai melalui musyawarah yang digelar di Ruang Vicon Polres Manggarai Barat, Selasa 16 Juni 2026.

Penyelesaian tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Perdamaian yang disaksikan oleh unsur pimpinan dari kedua institusi. Proses mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.

Kapolres juga mengatakan, penyelesaian persoalan melalui jalur musyawarah menunjukkan kuatnya sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat.

“Pertemuan ini menunjukkan bahwa sinergitas TNI-Polri di Manggarai Barat tetap kuat dan tidak dapat diganggu oleh kesalahpahaman yang terjadi. Kami sepakat menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” kata AKBP Christian Kadang.

Menurutnya, keharmonisan antar aparat keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung stabilitas daerah, terlebih Manggarai Barat merupakan kawasan pariwisata super prioritas yang membutuhkan jaminan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dalam mediasi tersebut, Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Infanteri Gede Budi, yang mewakili Dandim 1630/Manggarai Barat menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen untuk terus memperkuat hubungan baik antara TNI dan Polri.

Sementara itu, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, menyebut penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah terbaik yang diambil berdasarkan koordinasi pimpinan kedua institusi guna menjaga soliditas dan persatuan.

Adapun dalam kesepakatan yang dicapai, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak menempuh jalur pidana. Meski demikian, proses pembinaan dan penegakan disiplin terhadap anggota yang terlibat tetap akan dilakukan secara internal sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing institusi.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah, anggota yang terlibat akan dipindah tugaskan ke luar Kabupaten Manggarai Barat. Kedua institusi juga berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga keamanan daerah.

Suasana mediasi berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan diakhiri dengan penandatanganan dokumen perdamaian. TNI dan Polri turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.

Selain itu, Kapolres Manggarai Barat, menegaskan bahwa semangat persaudaraan antara TNI dan Polri akan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan daerah serta mendukung kemajuan pariwisata Labuan Bajo.

“Perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, memperkuat sinergitas, dan memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....