Psikolog SMAK Syuradikara Ende Ajak Warga Sekolah Cegah Bullying dan Diskriminas

  • 16 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • “Sekolah harus menjadi ruang yang ramah bagi semua siswa tanpa membedakan jenis kelamin maupun latar belakang mereka.

RRI.CO.ID, Ende – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik terus menjadi perhatian berbagai pihak. Dalam kegiatan Pengarusutamaan Gender RRI yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAK Syuradikara Ende sekaligus psikolog, Emerensiana Uran, S.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk menghentikan praktik bullying dan diskriminasi gender.

Menurut Emerensiana, bullying dan diskriminasi gender masih menjadi persoalan yang dapat ditemukan di lingkungan pendidikan dan berpotensi memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi verbal, hingga perundungan melalui media sosial. Sementara itu, diskriminasi gender terjadi ketika seseorang diperlakukan berbeda berdasarkan jenis kelamin, identitas, atau peran gender yang melekat padanya.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan merasa aman di lingkungan sekolah. Karena itu, segala bentuk bullying maupun diskriminasi gender harus dicegah sejak dini,” ujarnya.

Emerensiana menegaskan bahwa dampak bullying dapat memengaruhi kesehatan mental peserta didik, seperti menurunnya rasa percaya diri, munculnya kecemasan, stres, hingga gangguan emosional lainnya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan sosial anak.

Ia menilai pendidikan tentang kesetaraan gender perlu terus diperkuat agar peserta didik memahami pentingnya menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Sekolah harus menjadi ruang yang ramah bagi semua siswa tanpa membedakan jenis kelamin maupun latar belakang mereka. Sikap saling menghormati perlu ditanamkan melalui pendidikan karakter dan keteladanan,” katanya.

Lebih lanjut, Emerensiana mengajak guru, orang tua, dan peserta didik untuk bersama-sama membangun budaya sekolah yang positif dengan mengedepankan komunikasi, empati, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia berharap kegiatan Pengarusutamaan Gender yang diselenggarakan RRI dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, bullying, dan diskriminasi gender.

“Pencegahan bullying dan diskriminasi gender bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mewujudkan lingkungan belajar yang aman, setara, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

Menurut Emerensiana, lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat secara mental, percaya diri, serta mampu menghargai keberagaman di tengah kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....