Nilai Ekonomi Kuari Dinilai Belum Optimal bagi Masyarakat

  • 16 Jun 2026 21:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Pemanfaatan sumber daya alam berupa material kuari di Kabupaten Lembata dinilai belum memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah harga material yang masih relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain.

Isu tersebut mencuat dalam peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi kuari di wilayah Simpang Hadakewa-Ile Ape. Lokasi-lokasi tersebut selama ini menjadi sumber utama material untuk kebutuhan pembangunan di Kabupaten Lembata.

Selain menjadi sumber bahan bangunan, aktivitas kuari juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat pemilik lahan dan pelaku usaha. Karena itu, pengelolaannya dinilai perlu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi warga.

Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengatakan sumber daya alam yang dimiliki daerah harus dimanfaatkan secara bijak. Pemanfaatan tersebut juga perlu memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

"Sumber daya alam ini tidak dapat diperbarui. Karena itu, perlu ada kesepahaman bersama agar pemanfaatannya memberikan manfaat ekonomi yang layak bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan," ujar Wabup Nasir.

Menurutnya, perlu ada kesepahaman antara pemilik lahan, pelaku usaha, dan pihak terkait dalam pengelolaan kuari. Langkah tersebut penting agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Pembentukan asosiasi pemilik kuari juga dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat koordinasi dan posisi tawar pelaku usaha. Selain itu, keberadaan asosiasi dapat membantu mendorong terciptanya standar harga yang lebih baik.

Dengan pengelolaan yang lebih tertata dan berkelanjutan, sektor kuari diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat. Manfaat tersebut sekaligus dapat mendukung kebutuhan pembangunan daerah di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....