Masyarakat Adat Hibahkan Lahan untuk Pengembangan Wisata Tanjung Bendera
- 13 Jun 2026 21:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Pengembangan kawasan wisata Savana Tanjung Bendera mendapat dukungan kuat dari masyarakat adat. Suku Nggeli di Kecamatan Kota Komba menghibahkan lahan seluas 5.000 meter persegi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk mendukung pembangunan fasilitas dasar pariwisata di destinasi tersebut.
Penyerahan hibah lahan berlangsung di kawasan wisata Savana Tanjung Bendera, Jumat, 12 Juni 2026, dan disaksikan pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti toilet, area parkir, kantor pengelola, serta sarana pendukung lainnya yang selama ini masih menjadi kebutuhan mendesak di kawasan wisata tersebut.
Penyerahan lahan dilakukan oleh tokoh adat Suku Nggeli, Gaspar Jala dan Simon Liko, kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Prosesi turut disaksikan tokoh adat dari Suku Motu, Suku Sui, dan Suku Kewik.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menerima langsung hibah tersebut bersama anggota DPRD, unsur TNI-Polri, pimpinan OPD, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat Kelurahan Watu Nggene.
Prosesi diawali dengan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pilar batas untuk menandai luas lahan yang dihibahkan kepada pemerintah daerah.
Tokoh adat Suku Nggeli, Gaspar Jala, berharap lahan yang telah diserahkan dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas wisata demi mendukung kemajuan kawasan Tanjung Bendera.
Meski demikian, masyarakat adat memberikan batas waktu pemanfaatan lahan tersebut. Apabila dalam lima tahun ke depan belum terdapat pembangunan fisik yang nyata, keputusan hibah akan menjadi bahan pertimbangan kembali.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat adat yang telah mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kemajuan destinasi wisata di wilayahnya.
Ia mengakui sejumlah fasilitas dasar yang dibutuhkan wisatawan masih belum tersedia di kawasan tersebut. Karena itu, hibah lahan menjadi langkah strategis yang memungkinkan pemerintah menyusun perencanaan pembangunan secara lebih terarah, termasuk penataan ruang, pembangunan infrastruktur, hingga proses sertifikasi aset.
Menurut Tarsisius, pengembangan pariwisata harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Ia menilai konsep Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat sangat relevan diterapkan di kawasan Tanjung Bendera. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat terlibat sebagai pelaku utama dalam berbagai aktivitas ekonomi wisata, mulai dari pengelolaan homestay, kuliner, jasa pemandu wisata, hingga pengembangan produk kerajinan lokal.
Pemerintah daerah juga mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan berkelanjutan kepada Pokdarwis Tanjung Bendera agar pengelolaan destinasi dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, pengunjung juga disuguhkan atraksi olahraga udara paralayang yang memperlihatkan potensi wisata minat khusus di kawasan tersebut. Kondisi angin yang stabil selama kegiatan berlangsung memungkinkan para atlet menikmati panorama savana dan pesisir selatan Manggarai Timur dari udara.
Atraksi tersebut sekaligus memperkuat potensi Tanjung Bendera sebagai destinasi wisata alam dan petualangan yang dapat dikembangkan di masa depan.
Hibah lahan dari masyarakat adat menjadi langkah awal penting dalam mempercepat pembangunan kawasan wisata Tanjung Bendera. Pemerintah dan masyarakat kini dihadapkan pada tantangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....