Literasi Digital Jadi Kunci Cegah Penyebaran Narasi Intoleransi di Media Sosial

  • 13 Jun 2026 21:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Media sosial masih menjadi ruang yang rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi yang berpotensi memicu intoleransi dan perpecahan. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, didorong untuk lebih bijak dalam menyaring dan menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komunitas Peacemaker Kupang, Djonk Iskandar, saat berdialog dalam program Pro 2 RRI Ende, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Djonk, sejumlah konten di media sosial masih kerap mengaitkan berbagai persoalan sosial dengan identitas suku, agama, ras, maupun kelompok tertentu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperlebar ruang konflik di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga menemukan aktivitas akun anonim yang memanfaatkan berbagai peristiwa sosial untuk menyebarkan narasi negatif dan provokatif di media sosial. Fenomena tersebut, menurutnya, masih ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Masih ada yang bermain di media sosial dengan akun palsu dan lain sebagainya,” ujarnya.

Djonk menilai literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai informasi yang belum tentu benar. Kemampuan memverifikasi informasi sebelum membagikannya dinilai sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran hoaks maupun ujaran yang berpotensi memicu intoleransi.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menggunakan media sosial secara lebih positif dengan mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan.

Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak akan membantu menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....