Generasi Muda Diajak Perkuat Toleransi di Era Digital
- 13 Jun 2026 21:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Generasi muda perlu memperkuat pemahaman tentang toleransi dan keberagaman sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komunitas Peacemaker Kupang, Djonk Iskandar, dalam dialog bersama Pro 2 RRI Ende, Senin, 8 Juni 2026. Dialog tersebut membahas perkembangan isu toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta peran generasi muda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan kelompok masyarakat.
Menurut Djonk, setiap agama dan keyakinan pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, sehingga pemahaman terhadap keberagaman perlu terus dibangun melalui proses belajar dan dialog yang berkelanjutan.
Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian karena menjadi kelompok yang paling aktif berinteraksi di ruang digital maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.
"Kami tetap mengajak, tetap berbicara, dan tetap berbuat," ujarnya.
Djonk mengatakan pemahaman yang baik mengenai toleransi akan membantu generasi muda lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, termasuk narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurutnya, tantangan di era digital tidak hanya terkait kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu benar.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk terus membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Penguatan nilai toleransi sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga berkarakter, terbuka terhadap keberagaman, serta mampu menjadi penjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....