Pemkab Manggarai Timur Bentuk Pokdarwis Tertibkan Pungli di Mausui

  • 12 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padang Savana Mausui-Tanjung Bendera sebagai langkah memperbaiki tata kelola destinasi wisata yang selama ini dinilai belum berjalan secara profesional.
  • Pembentukan Pokdarwis dilakukan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Daya Tarik Wisata yang digelar Dinas Pariwisata Manggarai Timur bersama berbagai pemangku kepentingan pada Jumat, 5 Juni 2026.
  • Rofinus berharap keberadaan Pokdarwis mampu meningkatkan kualitas pelayanan wisata, menjaga kebersihan kawasan, serta menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengambil langkah tegas membenahi karut-marut tata kelola destinasi wisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padang Savana Mausui-Tanjung Bendera. Intervensi kebijakan ini menjadi urgensi lokal setelah maraknya keluhan wisatawan terkait praktik pungutan liar dan ketiadaan standardisasi pelayanan di salah satu objek wisata strategis tersebut.

Langkah taktis ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia oleh Dinas Pariwisata setempat bersama masyarakat, tokoh adat, dan pemuda di sekitar kawasan. Kehadiran organisasi berbasis komunitas ini dirancang untuk meruntuhkan praktik tata kelola informal yang selama ini rentan memicu konflik horizontal dan merusak citra pariwisata daerah.

"Pengembangan pariwisata harus berbasis masyarakat dan berkelanjutan, karena itu pengelolaan destinasi harus dilakukan secara profesional melalui wadah organisasi yang jelas untuk menghentikan pungutan tidak resmi," tegas Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Timur, Rofinus Hibur Hijau. Integrasi kelembagaan ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi pariwisata yang sehat sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap kenyamanan berwisata di Flores.

Pembentukan struktur kepengurusan ini juga menjadi instrumen mitigasi agar lonjakan kunjungan wisatawan dalam dua tahun terakhir berdampak langsung pada penguatan ekonomi domestik secara legal. Standardisasi pelayanan, pemeliharaan ekosistem savana, dan transparansi retribusi kini menjadi tanggung jawab kolektif yang dikendalikan langsung oleh warga lokal di bawah pengawasan regulasi daerah.

Transformasi dari pengelolaan tradisional menuju sistem yang terlembaga menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan destinasi wisata di tingkat nasional. Keberhasilan Pokdarwis Mausui-Tanjung Bendera ke depan akan menjadi cetak biru bagi penataan kawasan wisata marginal lainnya di wilayah Manggarai Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....