Finalis Putri Bumi Indonesia Dorong Wisata Bersih Berbasis Teknologi di Ende

  • 12 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende –Finalis Putri Bumi Indonesia 2026 asal Kabupaten Ende, Carmenita Lamba, mendorong penguatan gerakan wisata bersih berbasis teknologi melalui inovasi digital untuk menjawab persoalan sampah di destinasi wisata. Gagasan ini disampaikan dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Ende yang berlangsung di Studio Pro 2 RRI Ende pada Jumat 12 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Carmenita menyoroti masih ditemukannya persoalan sampah di sejumlah kawasan wisata yang dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak citra destinasi unggulan di Kabupaten Ende.

Ia mengatakan, berbagai kegiatan bersih lingkungan sebenarnya telah banyak dilakukan oleh pemerintah, komunitas, sekolah, hingga pegiat lingkungan. Namun, dampaknya belum maksimal karena kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan belum merata.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap urusan kebersihan lingkungan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu. Padahal, menjaga kebersihan destinasi wisata merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Carmenita menilai, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah perubahan perilaku. Karena itu, edukasi lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan.

Berangkat dari kondisi tersebut, ia menginisiasi program Tech for Clean Tourism, yakni gerakan yang menggabungkan kampanye digital melalui media sosial dengan aksi nyata di lapangan seperti kegiatan bersih pantai dan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

“Teknologi bukan satu-satunya solusi, tetapi bisa menjadi jembatan untuk memperluas edukasi dan menggerakkan masyarakat. Setelah diedukasi, masyarakat juga harus diajak turun langsung melakukan aksi nyata,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan pemilahan sampah, serta optimalisasi daur ulang dan pemanfaatan kembali material yang masih layak,ucapnya.

Ia juga mendorong keterlibatan produsen dalam pengelolaan sampah melalui tanggung jawab terhadap kemasan dan limbah produk yang dihasilkan agar tidak seluruh beban penanganan sampah hanya ditanggung masyarakat dan pemerintah.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak generasi muda untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan melalui langkah kecil yang konsisten, karena perubahan besar dinilai berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama, tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....