Pemkab Flores Timur Siapkan Job Fair dan Perluas Akses Kerja
- 12 Jun 2026 14:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Pemerintah Kabupaten Flores Timur mematangkan sejumlah program ketenagakerjaan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Antonius Doni Dihen. Pertemuan berlangsung di ruang rapat bupati pada Rabu 10 Juni 2026, membahas ketenagakerjaan, LPK bahasa, serta rencana Job Fair.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Flores Timur, Ramon Mandiri Piran, memaparkan capaian dan program mendatang. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja serta perluasan peluang kerja dalam negeri.
Salah satu program yang sedang berjalan adalah Beyond Malaysia melalui pendidikan bahasa dan budaya Jepang. Sebanyak 15 peserta saat ini mengikuti pendidikan dan pelatihan di LPK Sekai Hikari sebagai persiapan magang.
Pemerintah daerah sebelumnya juga menyiapkan pengiriman tenaga kerja ke Singapura, Brunei Darussalam, dan kawasan Timur Tengah. Namun pelaksanaannya tertunda karena jumlah peminat belum memenuhi kuota yang telah ditetapkan penyelenggara program.
Sementara rencana penempatan pekerja ke Timur Tengah belum dapat dilaksanakan akibat kondisi keamanan yang belum stabil. Pemerintah daerah berencana mengalihkan peserta program tersebut ke Jepang melalui skema pekerja migran yang tersedia.
Selain program penempatan tenaga kerja, Disnaker juga memperkuat kampanye Migrasi Aman di tingkat masyarakat. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan bupati untuk meningkatkan perlindungan calon pekerja migran asal Flores Timur.
Untuk mendukung program itu, Disnaker menggandeng berbagai pihak dalam menyusun strategi kampanye melalui media sosial. Materi kampanye disiapkan bersama agar informasi terkait migrasi aman dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Disnaker juga membentuk grup WhatsApp Sistem Keamanan Migrasi Desa atau Siskamdes sebagai sarana koordinasi. Program tersebut telah diterapkan di Desa Riangkemie dan Helan Langowuyo sejak diluncurkan pada tahun lalu.
Saat ini Dinas Komunikasi dan Informatika masih melakukan pembaruan sistem sembari proses pendataan berlangsung di desa. Penguatan sistem dilakukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi keberangkatan pekerja migran secara ilegal.
Di Desa Riangkemie, aparat kepolisian bersama Disnaker melakukan operasi pengawasan di kawasan Pelabuhan Larantuka. Dari kegiatan tersebut, petugas mengamankan dua orang yang terindikasi sebagai pekerja migran ilegal.
Rakor juga membahas rencana pembangunan Lembaga Pelatihan Kerja bahasa dan tenaga kerja informal. Langkah itu dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2024 tentang lembaga pelatihan kerja.
Sebagai bagian dari pengembangan program tersebut, Disnaker telah mengirim surat kepada Wakil Menteri P2MI. Surat itu bertujuan membuka ruang audiensi terkait pengembangan pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Dalam kesempatan yang sama, Ramon Piran menjelaskan Flores Timur ditunjuk menjadi tuan rumah Job Fair kedua. Kegiatan tersebut merupakan bagian program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang digelar secara bergilir.
Job Fair dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Flores Timur. Disnaker telah berkoordinasi dengan perusahaan AKAD dan AKAN untuk menghimpun informasi lowongan pekerjaan tersedia.
Bupati Doni Dihen meminta seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar manfaat kegiatan dapat dirasakan pencari kerja. Ia juga mendorong pelibatan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memperkuat sosialisasi melalui berbagai platform digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....