TRUK-F Perkuat Kolaborasi Cegah Perdagangan Orang di Daerah
- 12 Jun 2026 10:59 WIB
- Ende
Poin Utama
- TPPO masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat NTT, terutama di daerah kantong pekerja migran.
- TRUK-F Maumere bersama sejumlah mitra memperkuat kolaborasi untuk mencegah perdagangan orang melalui forum refleksi dan penyusunan strategi program.
- Kemiskinan, minimnya lapangan kerja, rendahnya pendidikan, dan kurangnya akses informasi menjadi faktor utama kerentanan masyarakat.
- Pelaku perdagangan orang memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan menawarkan pekerjaan bergaji tinggi dan proses keberangkatan yang mudah.
- Masyarakat diminta lebih kritis terhadap tawaran kerja dan memastikan seluruh proses migrasi dilakukan melalui jalur resmi dan aman.
RRI.CO.ID, Sikka - Praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, terutama di wilayah yang menjadi kantong pekerja migran. Karena itu, upaya pencegahan dinilai memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, aparat penegak hukum, media, hingga masyarakat.
Staf Divisi Penguatan Kapasitas dan Pengorganisasian TRUK-F Maumere, Osa Keytimu, di wawancara pagi, Jumat, 12 Juni 2026, mengatakan penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan mitra program yang digelar di Bali beberapa waktu lalu. Forum itu diikuti sejumlah organisasi yang bergerak dalam isu perlindungan pekerja migran dan pencegahan perdagangan orang untuk melakukan refleksi serta menyusun strategi program ke depan.
Menurut Osa, kerentanan masyarakat NTT terhadap perdagangan orang masih cukup tinggi akibat kemiskinan, terbatasnya lapangan pekerjaan, tingginya angka migrasi tenaga kerja, dan minimnya akses informasi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar tanpa memahami risiko yang mungkin dihadapi.
Ia menjelaskan faktor ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan, serta kurangnya pemahaman mengenai prosedur migrasi aman menjadi pemicu utama seseorang terjebak dalam praktik perdagangan orang. Pelaku biasanya memanfaatkan situasi tersebut dengan menawarkan proses keberangkatan yang cepat dan pekerjaan bergaji tinggi tanpa prosedur yang jelas.
Dalam upaya pencegahan, TRUK-F Maumere terus melakukan sosialisasi, pelatihan, pendampingan korban, kampanye anti perdagangan orang, serta penguatan jaringan perlindungan di tingkat desa. Organisasi tersebut juga mendorong masyarakat untuk memahami hak-hak pekerja migran dan memastikan perusahaan penempatan tenaga kerja yang dipilih memiliki izin resmi.
Osa mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih teliti menelusuri setiap tawaran pekerjaan sebelum memutuskan untuk merantau atau bekerja ke luar daerah maupun luar negeri. Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memperkuat sistem perlindungan masyarakat sehingga setiap warga dapat bekerja secara aman, bermartabat, dan terbebas dari eksploitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....