IMAJI Kolektiva Hadirkan “Kelas Bagi Layar”, Kembangkan Ekosistem Film Labuan Bajo

  • 12 Jun 2026 13:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - IMAJI Kolektiva meluncurkan program pelatihan bertajuk “Kelas Bagi Layar” sebagai upaya memperkuat ekosistem perfilman dan membuka akses belajar bagi generasi muda di bidang audiovisual di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, program ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan ruang belajar dan berkarya bagi anak muda yang tertarik pada dunia film dan produksi audiovisual. Kelas ini dirancang sebagai ruang belajar kolaboratif yang menekankan praktik langsung dibandingkan pendidikan formal.

Koordinator program, Riris Andrastin, mengatakan “Kelas Bagi Layar” terbuka bagi peserta usia 16 hingga 35 tahun, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga konten kreator yang ingin mendalami dunia perfilman.

“Konsepnya bukan sekolah formal, tetapi belajar bersama untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman di bidang audiovisual,” ujar Riris dalam dialognya bersama RRI Labuan Bajo, Selasa 9 Juni 2026.

Program ini disusun dengan kurikulum berbasis praktik yang terbagi dalam empat tahap, yakni fase pengantar, praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap pengantar, peserta akan mempelajari dasar-dasar film, riset budaya, hingga etika riset. Tahap praproduksi mencakup penyusunan anggaran, penulisan naskah, hingga pengembangan ide.

Sementara pada tahap produksi, peserta akan terlibat langsung dalam teknis lapangan seperti pengoperasian kamera, tata suara, dan penyutradaraan. Adapun pada tahap pascaproduksi, peserta akan mempelajari proses penyuntingan, distribusi karya, hingga manajemen kegiatan pemutaran film.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program ini juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya kesadaran akan potensi cerita lokal di Manggarai Barat. Para peserta nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan bioskop keliling berupa pemutaran film, diskusi publik, hingga bedah karya.

“Harapan kami sederhana, semoga ekosistem yang sedang kita bangun ini tidak akan pernah mati. Melalui pengarsipan dan penceritaan audiovisual, hal-hal yang kita pikirkan hari ini bisa menjadi abadi,” ungkap Riris.

Program Kelas Bagi Layar diharapkan dapat menjadi pemantik lahirnya karya-karya audiovisual berbasis lokal, sekaligus dapat memperkuat perkembangan industri kreatif di daerah khususnya Manggarai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....