Warga Keliling Cari Minyak Goreng, Disdagrin Mabar Telusuri Kondisi Pasokan
- 11 Jun 2026 18:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kelangkaan minyak goreng mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah warga dan pedagang mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng, terutama kemasan ukuran besar, baik di toko maupun pasar tradisional.
Sri, salah seorang ibu rumah tangga di Labuan Bajo, mengaku harus berkeliling ke beberapa toko untuk mencari minyak goreng karena stok di sejumlah tempat kosong.
“Saya semalam sempat keliling hampir empat toko untuk cari minyak goreng dan kosong. Akhirnya dapat di Toko Central Labuan Bajo, itu pun ukuran 750 mililiter. Kalau yang kemasan jerigen sudah tidak ketemu,” ujarnya, Kamis siang, 11 Juni 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan Ani, pedagang sembako di Labuan Bajo. Menurutnya, stok minyak goreng ukuran 5 liter saat ini sangat sulit ditemukan
“Paling langka minyak goreng 5 liter. Yang ada cuma Minyakita 1 liter, itu pun susah. Dapat minyak goreng saat ini susah. Apalagi yang 5 liter itu sama sekali tidak ada, baik di toko maupun pasar,” kata Ani.
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat langsung melakukan konfirmasi terkait kondisi stok, harga, dan distribusi minyak goreng di wilayah setempat.
Kepala Disdagrin Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengatakan pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data dari distributor, toko, ritel, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
“Disdagrin Manggarai Barat saat ini sedang melakukan konfirmasi stok, harga, dan distribusi minyak goreng. Kami membutuhkan data langsung dari pelaku usaha, distributor, toko, ritel, maupun masyarakat agar pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan,” ujar Adrianus, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi pasar apabila ditemukan indikasi kelangkaan yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Guna mendukung proses pendataan, Disdagrin membuka kanal pelaporan melalui formulir daring yang dapat diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha. Informasi yang dikumpulkan meliputi ketersediaan stok, harga jual, jenis minyak goreng yang tersedia, hingga kendala distribusi yang ditemukan di lapangan.
Pemerintah daerah berharap, partisipasi masyarakat dapat membantu memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait kondisi pasokan minyak goreng di Manggarai Barat sehingga langkah penanganan yang diambil dapat tepat sasaran
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....