Inflasi Naik, Investasi Tetap Menarik: Strategi Masyarakat Mengelola Keuangan

  • 11 Jun 2026 18:09 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kenaikan inflasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada daya beli dan pengelolaan keuangan rumah tangga.
  • Prioritas utama adalah membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran dapat lebih terkontrol,”
  • Baltasar mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai sumber informasi yang kredibel.

RRI.CO.ID,Ende – Kenaikan inflasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada daya beli dan pengelolaan keuangan rumah tangga. Namun, di tengah kondisi tersebut, peluang investasi tetap terbuka dan bahkan dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga nilai aset dari gerusan inflasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Flores (Unflor) Ende, Baltasar Taruma Djata, dalam acara dialog bertajuk “Inflasi Naik, Investasi Tetap Menarik: Strategi Masyarakat Mengelola Keuangan”. Menurut Baltasar, inflasi merupakan kondisi meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang harus menyesuaikan pola pengeluaran agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Ketika inflasi meningkat, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Prioritas utama adalah membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran dapat lebih terkontrol,” ujarnya. Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyusun anggaran keuangan secara terencana dengan mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok, dana darurat, tabungan, dan investasi.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menjaga stabilitas keuangan meskipun harga-harga mengalami kenaikan. Baltasar juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini. Menurutnya, investasi tidak selalu membutuhkan modal besar.

Saat ini tersedia berbagai instrumen investasi yang dapat diakses oleh masyarakat sesuai kemampuan dan tingkat risiko masing-masing. “Investasi dapat menjadi sarana untuk melindungi nilai uang dari dampak inflasi. Jika hanya disimpan tanpa pengelolaan yang baik, nilai uang akan terus tergerus akibat kenaikan harga barang dan jasa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum menanamkan modal. Edukasi keuangan menjadi faktor penting untuk menghindari risiko kerugian maupun praktik investasi yang tidak jelas.

Selain itu, Baltasar mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai sumber informasi yang kredibel. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional dan berkelanjutan.

Ia menilai bahwa kondisi inflasi tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman. Dengan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, masyarakat justru dapat memanfaatkan berbagai peluang investasi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi di masa depan. “Inflasi memang menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengatur keuangan.

Namun, dengan perencanaan yang baik, disiplin menabung, dan investasi yang tepat, kondisi tersebut dapat dihadapi secara lebih optimal,” ucapnya. Melalui pengelolaan keuangan yang bijak dan peningkatan literasi ekonomi, masyarakat diharapkan mampu menjaga daya tahan ekonomi keluarga sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....