Kampanye Laut Pemana Dorong Wisata Berkelanjutan Sikka

  • 06 Jun 2026 15:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengampanyekan pelestarian ekosistem bawah laut melalui aksi penyelaman di perairan Pulau Pemana, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Rabu (3/6/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus promosi wisata bahari berkelanjutan di kawasan Teluk Maumere.

Aksi penyelaman dilakukan di salah satu kawasan yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut dan panorama bawah laut yang menjadi daya tarik wisata Kabupaten Sikka. Pulau Pemana selama ini menjadi tujuan wisatawan yang ingin menikmati keindahan terumbu karang dan berbagai jenis biota laut.

Dalam keterangannya, Fista mengatakan upaya menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan di daratan, tetapi juga harus mencakup wilayah laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, keseimbangan antara ekosistem darat dan laut sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

“Menjaga Nian Tana Sikka bukan hanya tentang kebersihan di darat, tetapi juga tentang melindungi ekosistem bawah laut yang menjadi kekayaan alam dan sumber kehidupan masyarakat,” kata Fista.

Selain dikenal sebagai destinasi snorkeling dan penyelaman, Pulau Pemana juga memiliki ikon patung pemain gendang di dasar laut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keberadaan objek tersebut turut memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Di kawasan itu juga dikembangkan area transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem laut. Program tersebut diarahkan untuk menjaga habitat ikan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pariwisata bahari.

Fista menilai kekayaan laut Kabupaten Sikka memiliki nilai strategis dari sisi lingkungan, ekonomi, dan pengembangan pariwisata daerah. Karena itu, pelestarian laut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya warga pesisir, nelayan, dan pelaku usaha wisata.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bahan peledak maupun racun. Aktivitas tersebut dinilai dapat merusak terumbu karang dan mengancam kelangsungan habitat berbagai biota laut.

“Hindari aktivitas yang merusak laut dan biota yang dilindungi. Ketika kita menjaga laut hari ini, kita sedang menjaga sumber kehidupan generasi mendatang,” ujarnya.

Kampanye konservasi tersebut juga mendorong peningkatan kesadaran publik untuk menjaga kebersihan pantai dan mengurangi pencemaran laut. Selain itu, masyarakat diajak mengembangkan wisata berbasis konservasi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pemerintah daerah berharap potensi wisata bawah laut Pulau Pemana terus berkembang sebagai destinasi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Upaya itu diperkuat dengan berbagai program konservasi berbasis masyarakat yang telah dijalankan komunitas pesisir dan pelaku wisata bahari di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....