Banjir Ancam Akses Wae Rebo, Bupati Manggarai Turun Tinjau Jembatan Wae Laja
- 06 Jun 2026 19:21 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, meninjau langsung kondisi Jembatan Wae Laja pada ruas jalan Nanga Ramut–Dintor, Kecamatan Satarmese Barat, Kamis, 4 Juni 2026. Peninjauan dilakukan untuk merespons kondisi jembatan dan badan jalan yang kerap terendam banjir saat musim hujan.
Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah dan tim teknis, Bupati Hery melihat langsung kondisi infrastruktur di sekitar jembatan yang menjadi jalur penghubung penting bagi masyarakat di wilayah pesisir selatan Kabupaten Manggarai.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati memantau sejumlah titik yang menjadi penyebab meluapnya air sungai saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak badan jalan serta menghambat aktivitas masyarakat.
Bupati Hery menegaskan peninjauan lapangan diperlukan agar pemerintah daerah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat dan cepat.
Menurutnya, ruas jalan Nanga Ramut–Dintor memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian di wilayah Satarmese Barat, serta menjadi akses menuju destinasi wisata internasional Wae Rebo di Desa Satar Lenda.
"Karena itu, penanganan titik rawan banjir di lokasi ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Kita datang langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Dengan melihat langsung, kita bisa menentukan langkah penanganan yang tepat agar akses transportasi masyarakat tidak terus terganggu setiap musim hujan," ujar Hery.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama tim teknis untuk merumuskan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
Beberapa alternatif yang dibahas meliputi normalisasi alur sungai, pengamanan tebing, serta pembangunan talud guna mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang lebih besar di masa mendatang.
Sementara itu, warga Desa Ceka Luju, Misel, mengungkapkan banjir di sekitar Jembatan Wae Laja sering menyebabkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas. Adapun kendaraan roda empat yang memaksa melewati lokasi banjir kerap harus dibantu warga karena derasnya arus sungai.
Menurut Misel, banjir dipicu oleh tanggul sungai yang jebol serta penumpukan material pasir dan batu di alur sungai. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air berubah arah dan mulai menggerus lahan pertanian milik warga.
"Banjir ini sebenarnya karena tanggul jebol. Ditambah lagi ada banyak timbunan pasir dan batu besar di alur sungai sehingga air berubah arah. Akibatnya, aliran sungai sekarang mengarah ke lahan warga," katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai segera merealisasikan perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai agar banjir tidak lagi mengancam permukiman, lahan pertanian, maupun akses transportasi utama masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....