Puskesmas La’o Hadirkan Inovasi REMANG EMAS 2045, Wujudkan Generasi Emas Manggarai

  • 06 Jun 2026 19:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – UPTD Puskesmas La’o meluncurkan inovasi bertajuk REMANG EMAS 2045 (Remaja Manggarai Menuju Generasi Emas 2045). Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pembinaan remaja dalam menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia tahun 2045.

Program yang digagas Tim Kesehatan Reproduksi Remaja (Kespro Remaja) Puskesmas La’o ini diinisiasi oleh Bdn. Maria Dalima, S.Keb, selaku penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap berbagai persoalan kesehatan remaja yang masih dihadapi di wilayah kerja Puskesmas La’o, terutama rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan serta tingginya angka kehamilan usia dini.

Kepada RRI, Maria mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 hanya 1.173 dari total 4.872 remaja sasaran atau sekitar 24,07 persen yang mengakses layanan kesehatan. Pada periode yang sama juga tercatat 23 kasus kehamilan dan 8 kasus persalinan pada remaja berusia di bawah 20 tahun.

Selain itu, fenomena pergaulan berisiko, ancaman penyakit menular seksual, serta kehamilan yang tidak diinginkan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. "Inovasi ini adalah pengetahuan remaja terutama tentang kesehatan reproduksinya tinggi," ungkapnya, Kamis 4 Juni 2026.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Puskesmas La’o menghadirkan tiga program utama dalam inovasi REMANG EMAS 2045, yakni penyediaan Pojok Konseling Remaja di puskesmas, pembentukan Posyandu Remaja di sekolah-sekolah, serta pelatihan Konselor Sebaya bagi para remaja.

"Melalui tiga kegiatan ini kami berharap kunjungan remaja ke fasilitas kesehatan meningkat, pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi semakin baik, dan mereka siap menjadi generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta berkarakter menuju Indonesia Emas 2045," ujar Maria.

Maria menjelaskan, program tersebut sudah disosialisasikan sejak April 2025 ini, dan secara resmi diluncurkan pada November tahun lalu dengan menggandeng lembaga swadaya masyarakat Wahana Visi Indonesia. Kolaborasi strategis ini berhasil memperluas jangkauan pelayanan hingga ke-25 sekolah, termasuk tujuh sekolah tingkat SMP dan SMK di wilayah kerja Puskesmas La’o.

Berbagai kegiatan pendukung turut dijalankan, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi, kelas remaja sehat, layanan konseling, kampanye kesehatan melalui media sosial, hingga skrining kesehatan yang mencakup pemeriksaan status gizi, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi.

Maria menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program. Selain mendampingi siswa, guru juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi perkembangan remaja.

Menurut Maria, antusiasme remaja terhadap program ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi siswa dalam kegiatan Posyandu Remaja yang dilaksanakan di sekolah-sekolah.

"Mereka sangat senang dilihat dari kehadiran waktu kami Posyandu ke sekolah-sekolah. Posyandu ke sekolah-sekolah, yang kami data dari kunjungan ke Puskesmas yang sakit ke Puskesmas ada 300 lebih anak, tapi yang kunjungan ke sekolahnya 1.066 anak dari Januari sampai April," ungkapnya.

Program tersebut pun mulai menunjukkan hasil yang positif. Pada periode Januari hingga April 2026, sebanyak 1.333 remaja telah memperoleh layanan kesehatan, terdiri atas 435 remaja yang dilayani di Puskesmas La’o dan 898 remaja yang mendapatkan pelayanan melalui kegiatan kesehatan di sekolah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 27,4 persen dari total sasaran tahunan.

Pada saat yang sama, angka kehamilan dan persalinan usia remaja juga mengalami penurunan. Selama Januari hingga April 2026 tercatat 4 kasus kehamilan pada remaja berusia di bawah 20 tahun dan 2 kasus persalinan pada kelompok usia yang sama.

Maria menambahkan, inovasi REMANG EMAS 2045 menargetkan sedikitnya 80 persen dari total 4.872 remaja sasaran di wilayah kerja Puskesmas La’o dapat mengakses layanan kesehatan dan pembinaan remaja secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan promotif, preventif, dan partisipatif, Puskesmas La’o optimistis inovasi REMANG EMAS 2045 dapat menjadi model pembinaan remaja yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, guru, orang tua, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda Manggarai yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....