Mutu Pendidikan NTT Masuk Tiga Terbawah Nasional
- 06 Jun 2026 15:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, mengungkapkan kualitas pendidikan di NTT dalam dua tahun terakhir masih berada pada posisi tiga terbawah dari 38 provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).
Pernyataan itu disampaikan Melkiades Laka Lena saat bertemu para kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Ende dalam kunjungan kerjanya di SMK Negeri 1 Ende, Senin 1 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi kondisi pendidikan sekaligus penyampaian arah pembenahan sektor pendidikan di NTT.
Menurut Melki, salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas pendidikan adalah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dari hasil evaluasi dua tahun terakhir, capaian peserta didik di NTT menunjukkan performa yang masih berada di kelompok terbawah secara nasional.
Ia menegaskan data tersebut harus diterima sebagai bahan evaluasi bersama, bukan untuk disangkal atau dicari pembenaran. Menurutnya, mayoritas masyarakat akan menilai kualitas pendidikan melalui hasil yang terukur dan dapat dibandingkan secara nasional.
Melki menyebut kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan mutu pendidikan masih terjadi di berbagai daerah di NTT, termasuk Kabupaten Ende. Ia menilai fakta itu perlu direspons dengan langkah nyata agar kualitas pembelajaran dapat meningkat secara bertahap.
Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyoroti penerapan sistem pembelajaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu mendorong peningkatan kompetensi peserta didik. Ia mengaku prihatin jika peserta didik terus naik jenjang tanpa didukung kemampuan akademik yang memadai.
Menurutnya, sekolah perlu membangun kemandirian dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Proses belajar mengajar, kata dia, harus dilakukan lebih intensif agar siswa mampu bersaing dan memiliki kompetensi yang lebih baik.
Melki menambahkan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja keras, disiplin, dan ketegasan dalam menjalankan aturan. Ia menilai keberhasilan pendidikan pada masa lalu tidak lepas dari peran guru yang konsisten dan serius dalam mendidik peserta didik.
Ia juga mengakui banyak guru saat ini menghadapi keterbatasan dalam menerapkan langkah-langkah pembinaan yang tegas. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi kualitas pendidikan yang masih menjadi tantangan di NTT.
Karena itu, Gubernur NTT mengajak seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk lebih serius membenahi sektor pendidikan. Fokus utama yang harus dilakukan adalah memperkuat proses belajar mengajar di sekolah serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....