Bupati Manggarai Barat: Saatnya Bekerja untuk Iklim lewat Aksi Nyata

  • 04 Jun 2026 14:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengajak masyarakat untuk tidak hanya berbicara soal krisis iklim, tetapi mewujudkannya melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan peluncuran Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 di Pantai Sudamala Resort Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, tema Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata menghadapi ancaman krisis iklim.

“Kalau hanya sekadar beretorika, maka kecemasan terkait krisis iklim yang kita bayangkan akan terjadi di masa depan, apabila tidak disertai aksi nyata, justru akan terjadi lebih cepat,” ujarnya dalam sambutan.

Ia mengatakan aksi sederhana seperti menanam pohon dan membersihkan sampah merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyoroti peluncuran Festival Golo Koe 2026 yang menurutnya memiliki semangat yang sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menurutnya, penyatuan kedua momentum tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menjaga bumi agar tetap lestari dan mampu mendukung kehidupan yang berkelanjutan.

Festival Golo Koe 2026 mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan” dengan tagline “Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi”.

“Festival ini menjadi ajakan bersama untuk merawat bumi melalui semangat kebersamaan dan tindakan nyata,” katanya.

Edistasius Endi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan festival harus tetap menjaga nilai spiritualitas sehingga menjadi sarana transformasi batin yang memperkuat iman masyarakat kepada Tuhan.

Selain itu, panitia diminta memastikan ruang ekonomi yang tersedia benar-benar berpihak kepada pelaku UMKM, petani, dan nelayan lokal.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa keberpihakan kepada UMKM harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, Bupati meminta Festival Golo Koe diselenggarakan dengan prinsip ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menerapkan pengelolaan sampah yang baik, serta mengedukasi pengunjung untuk menjaga kebersihan.

“Festival ini harus menjadi contoh konkret bagaimana sebuah acara besar dapat dikelola tanpa merusak bumi,” ujarnya.

Sebagai refleksi, ia menyinggung kawasan kuliner Kampung Ujung yang dinilai dapat menjadi contoh keberpihakan terhadap UMKM lokal, namun tetap perlu dibenahi dari sisi kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Mengakhiri sambutannya, Edistasius Endi mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan mengajak seluruh masyarakat mewujudkan slogan “Saatnya Bekerja untuk Iklim” melalui tindakan nyata.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada panitia Festival Golo Koe 2026 untuk menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan dalam merawat bumi dan menjaga kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....