Uskup Labuan Bajo Ajak Warga Lakukan Pertobatan Ekologis

  • 04 Jun 2026 13:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan pertobatan ekologis sebagai langkah nyata menghadapi krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Ajakan tersebut disampaikan saat peluncuran Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pantai Sudamala Resort Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 4 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Mgr. Maksimus Regus mengatakan, dunia saat ini menghadapi dua krisis besar, yakni krisis iklim dan kelangkaan ekologis.

Menurutnya, berbagai ahli menilai kondisi yang terjadi saat ini tidak lagi sekadar perubahan iklim, tetapi telah memasuki fase kekacauan iklim atau climate chaos yang ditandai dengan meningkatnya berbagai bencana alam yang sulit diprediksi.

“Kekacauan iklim ini bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan kita, tetapi sudah menjadi pengalaman sehari-hari melalui berbagai kejutan berupa banjir, longsor, dan berbagai bencana lainnya,” ujarnya.

Selain krisis iklim, ia juga menyoroti ancaman kelangkaan ekologis atau ecological scarcity, yaitu kondisi ketika kemampuan bumi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia semakin terbatas.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan menjadi faktor utama yang menyebabkan berkurangnya daya dukung bumi terhadap kehidupan manusia.

Merujuk pada ensiklik Laudato Si’, Mgr. Maksimus mengingatkan pentingnya memandang bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga secara kolektif.

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui pertobatan ekologis yang tidak hanya berupa perubahan cara pandang, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Lebih lanjut, ia menyebut terdapat tiga ranah penting dalam mewujudkan pertobatan ekologis, yakni pada tingkat personal dalam keluarga, tingkat komunitas melalui kolaborasi lintas kelompok dan lembaga, serta tingkat struktural melalui kebijakan yang menjamin keberlanjutan lingkungan hidup.

Pada kesempatan itu, Mgr. Maksimus juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Festival Golo Koe.

Selain itu, dirinya mengatakan kolaborasi yang terbangun selama ini telah membawa Festival Golo Koe menjadi salah satu event unggulan nasional yang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN).

“Ini merupakan pencapaian bersama karena Festival Golo Koe dilandasi oleh semangat kebersamaan dan kolaborasi,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, komunitas masyarakat, generasi muda, serta pelaku UMKM yang terus mendukung penyelenggaraan festival tersebut.

Mgr. Maksimus berharap Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata berkelas dunia, tetapi juga menjadi ruang transformasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....