Cafe Literasi Galampa Bahari Perluas Akses Belajar Pesisir

  • 04 Jun 2026 16:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas akses literasi masyarakat hingga kawasan pesisir melalui peluncuran Cafe Literasi Galampa Bahari di Pantai Sawengka, Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Rabu 3 Juni 2026. Fasilitas berbasis desa itu disiapkan sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran Cafe Literasi Galampa Bahari dilakukan oleh Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., dan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengelola BUMDes, pegiat literasi, pelajar, kader Posyandu, serta warga setempat. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya belajar di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Fista mengatakan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, penguatan budaya belajar dan perluasan akses pengetahuan menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi perkembangan zaman.

Ia menegaskan literasi merupakan fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan. Karena itu, keberadaan ruang belajar masyarakat perlu dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Fista menjelaskan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Cafe Literasi Galampa Bahari dibangun sebagai bagian dari gerakan literasi berbasis komunitas yang mulai diperluas hingga tingkat desa. Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan akses pengetahuan antara wilayah perkotaan dan kawasan pesisir.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut sejalan dengan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sedang diperkuat di daerah itu. Menurutnya, ruang literasi desa harus menjadi pusat aktivitas belajar yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Ruang literasi di desa harus menjadi pusat aktivitas belajar masyarakat, bukan hanya tempat menyimpan buku. Masyarakat perlu memiliki akses pengetahuan yang dekat, murah, dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan penguatan literasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, program tersebut juga mendukung peningkatan indeks pembangunan literasi daerah.

Peluncuran Cafe Literasi Galampa Bahari turut diisi berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak PAUD, pelajar SD dan MA, kader Posyandu, pengurus TP PKK, serta kelompok masyarakat desa. Hadir pula Ketua ASIDEWI Kabupaten Sikka Yance Moa, Penjabat Kepala Desa Gunung Sari Mustari Ipir, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dan pengurus BUMDes Tumbu Ndeu.

Pemerintah Kabupaten Sikka berharap keberadaan cafe literasi di kawasan pesisir tersebut dapat menjadi model pengembangan ruang belajar berbasis komunitas di desa-desa lain. Fasilitas itu juga diharapkan mampu memperluas budaya membaca dan mendorong pembelajaran sepanjang hayat di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....