Erupsi Lewotobi Laki-Laki Dua Kali dalam Sehari, Abu Capai 1.000 Meter
- 03 Jun 2026 11:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami dua kali erupsi pada Selasa 2 Juni 2026 pagi. Letusan kedua tercatat lebih kuat dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.20 WITA. Kolom abu teramati setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut dengan warna kelabu dan intensitas tebal mengarah ke utara serta timur laut.
Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 4,4 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 37 detik. Meski tergolong erupsi sedang, material abu vulkanik terpantau menyebar mengikuti arah angin di sekitar kawasan gunung.
Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 07.47 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus. Pada erupsi kedua ini, tinggi kolom abu meningkat hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 2.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terlihat condong ke arah barat daya dan barat. Data seismik menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 11 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 2 menit 28 detik, menandakan aktivitas yang lebih kuat dibandingkan letusan sebelumnya.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
PVMBG juga mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kepanikan di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan. Ancaman tersebut dapat terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Warga yang terdampak hujan abu vulkanik juga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup dalam jumlah besar.
PVMBG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah, serta Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Informasi terbaru terkait aktivitas gunung akan terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....