Kepsek SMAS Fransiskus Apresiasi Prestasi Louisa Tahir, Perkuat Literasi Digital

  • 03 Jun 2026 12:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Kepala Sekolah SMAS Fransiskus Xaverius Ruteng, Romo Earlich Hearbert, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih salah satu siswinya, Louisa Tahir atau yang akrab disapa Kate. Siswi yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo itu dinilai memiliki potensi besar, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Tak tanggung-tanggung, Kate baru-baru ini sukses mengharumkan nama sekolah dengan menyabet tiga medali dalam ajang Global Youth Competition Indonesia tingkat nasional. Selain itu, ia juga berhasil meraih Juara I Lomba Debat Bahasa Indonesia pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Manggarai yang digelar di SMAS Fransiskus Xaverius Ruteng.

Romo Earlich mengatakan pihak sekolah sejak awal telah melihat bakat dan kemampuan yang dimiliki Kate. Menurutnya, capaian tersebut sebagai hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta pendampingan yang baik dari para guru, khususnya guru pembimbing.

"Puji Tuhan, ini adalah capaian yang sangat positif. Kami melihat dinamika perlombaan tersebut sangat baik, dan untuk tahun depan, jika ada kegiatan serupa, Kate pasti akan kembali kita sertakan," ujar Romo Earlich kepada RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia berharap prestasi yang diraih Kate dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dan berani berkompetisi di berbagai ajang akademik maupun non akademik.

Sementara, di balik prestasi yang membanggakan tersebut, Romo Earlich juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak manfaat, namun juga menyimpan berbagai risiko yang perlu diwaspadai bersama.

Ia menambahkan, pihak sekolah, terus merespons berbagai kekhawatiran orang tua terkait paparan konten negatif di ruang digital, termasuk berbagai modus yang menyasar anak-anak melalui media sosial maupun platform permainan daring.

Sebagai langkah pencegahan, SMAS Fransiskus Xaverius Ruteng secara konsisten memperkuat literasi digital dan pengawasan terhadap seluruh peserta didik. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi rutin, pemantauan terhadap perkembangan modus digital yang berpotensi membahayakan siswa, serta penguatan kerja sama dengan orang tua.

Para guru dan wali kelas secara berkala mengingatkan siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mampu menyaring informasi yang diterima. Di saat yang sama, sekolah juga terus mengikuti perkembangan berbagai modus kejahatan digital yang dapat menjerat anak-anak tanpa mereka sadari.

Lebih lanjut, Romo Earlich menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak di era digital tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Karena itu, sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

"Sebagai lembaga pendidikan, kami tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan. Harus ada kolaborasi yang kuat antara sekolah dan pihak keluarga agar kita dapat bersama-sama menjaga masa depan anak-anak," ungkapnya.

Dirinya percaya bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik yang diraih siswa, tetapi juga dari kemampuan mereka menghadapi tantangan zaman secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....