Bidan Muda Sikka Terima Penghargaan Aksi Kemanusiaan Ditengah Laut

  • 03 Jun 2026 09:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Sepekan setelah diwisuda sebagai bidan profesional, Theresa Arias Vivianti langsung menghadapi ujian pertama dalam kariernya. Bidan muda asal Maumere itu membantu persalinan darurat seorang penumpang di tengah pelayaran laut hingga ibu dan bayi berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut terjadi di atas KM Dharma Rucitra VII yang melayani rute Surabaya–Labuan Bajo–Maumere pada Minggu 17 Mei 2026. Saat kapal masih berada di tengah perjalanan dan jauh dari fasilitas kesehatan, seorang ibu hamil mengalami kontraksi hingga harus melahirkan dalam kondisi darurat.

Theresa yang baru menyelesaikan pendidikan profesi bidan di Universitas Kadiri, Jawa Timur, berada di kapal yang sama dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Tanpa diduga, perjalanan itu menjadi momen pertama baginya menerapkan ilmu kebidanan dalam situasi nyata yang penuh risiko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Theresa segera mengambil tindakan medis setelah mengetahui kondisi penumpang tersebut. Dengan fasilitas yang terbatas, ia memanfaatkan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan profesi untuk membantu proses persalinan.

Upaya itu membuahkan hasil setelah ibu dan bayi berhasil melewati proses persalinan dengan selamat. Hingga kini, kondisi keduanya dilaporkan dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan perhatian medis lanjutan.

Atas aksi kemanusiaannya, Theresa menerima penghargaan dari Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago. Penghargaan diserahkan pada Selasa 2 Juni 2026 di Aula Egon Kantor Bupati Sikka dalam rangkaian pelantikan Ketua TP PKK kecamatan serta penguatan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Sikka.

Fista menilai tindakan Theresa mencerminkan integritas profesi tenaga kesehatan yang mampu bertindak cepat dalam situasi kritis. Menurutnya, keberhasilan penyelamatan tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan profesional, tetapi juga kepedulian kemanusiaan yang tinggi.

“Dalam situasi yang sangat terbatas dan penuh risiko, beliau mampu mengambil tindakan cepat dan tepat sehingga ibu dan bayi dapat diselamatkan. Ini bukan hanya tentang profesi, tetapi juga tentang keberanian dan kemanusiaan,” ujar Fista.

Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui sambutan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Akulinus. Pemerintah daerah menilai peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam berbagai kondisi darurat.

Menurut Akulinus, pelayanan kesehatan tidak selalu berlangsung di fasilitas medis yang lengkap. Karena itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kompetensi, empati, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat demi keselamatan pasien.

Kisah persalinan darurat di atas kapal itu juga menggambarkan tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur. Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut membuat kehadiran tenaga kesehatan yang sigap menjadi faktor penting dalam penyelamatan nyawa.

Penghargaan kepada Theresa diberikan di hadapan pejabat daerah, camat, lurah, pengurus TP PKK, serta para tamu undangan. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kisah tersebut dapat menginspirasi tenaga kesehatan muda untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....