PHC Evakuasi Warga Pulau Komodo Penderita Stroke ke Labuan Bajo

  • 03 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Padar Heritage Conservation (PHC) membantu proses evakuasi medis darurat seorang warga Pulau Komodo yang mengalami stroke non hemoragik dan membutuhkan penanganan lanjutan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 2 Juni 2026.

Pasien bernama Salim dievakuasi setelah PHC menerima permintaan bantuan dari pihak keluarga sekitar pukul 10.30 WITA. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama tenaga kesehatan setempat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Komodo, Labuan Bajo, pasien didiagnosis mengalami stroke non hemoragik dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit rujukan.

Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan setelah menerima laporan dari keluarga pasien, pihaknya segera menyiapkan armada untuk melakukan evakuasi menuju Labuan Bajo.

“Hari ini saya menerima telepon dari keluarga pasien yang menginformasikan kondisi darurat dan membutuhkan bantuan penanganan medis segera ke Labuan Bajo. Kami langsung berkoordinasi dengan tim dan mempersiapkan armada untuk evakuasi,” ujarnya.

Kapal PHC diberangkatkan dari Labuan Bajo pada pukul 12.00 WITA setelah seluruh persiapan operasional dan keselamatan selesai dilakukan. Selanjutnya, pasien diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 12.20 WITA dengan didampingi petugas kesehatan Puskesmas Komodo, Faija dan Ns. Afri, serta sejumlah anggota keluarga.

Kapal evakuasi tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 13.30 WITA. Setibanya di dermaga, pasien langsung dirujuk menggunakan ambulans ke RSUD Komodo guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Adapun proses evakuasi tersebut dilaksanakan PHC yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli dengan dukungan KSOP Kelas III Labuan Bajo dan Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat.

Yoanna mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, sehingga pasien dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam memastikan proses evakuasi berjalan lancar sehingga masyarakat kepulauan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan tepat waktu,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan kondisi darurat menjadi bagian penting untuk memastikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....