Puslitbang Polri Teliti Almatsus Dalmas dan Ketahanan Pangan NTT
- 02 Jun 2026 11:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri untuk penelitian strategis. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari mulai tanggal 2 hingga 5 Juni tahun 2026.
Tim penelitian dipimpin Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Danang Sarifudin bersama sejumlah anggota dan narasumber akademisi. Rombongan diterima langsung Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko didampingi Irwasda serta pejabat utama kepolisian daerah.
Penyambutan berlangsung di Markas Polda NTT sebelum seluruh peserta mengikuti agenda penelitian dan pendalaman materi. Kegiatan lanjutan dilaksanakan di Ruang Rapat Utama sebagai pusat pelaksanaan penelitian selama kunjungan berlangsung.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan penelitian bertujuan menghimpun masukan dari satuan kewilayahan. "Data tersebut diperlukan guna mendukung evaluasi program prioritas kepolisian yang terus berkembang secara dinamis." katanya.
Menurutnya, hasil penelitian akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan. Temuan lapangan diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai kebutuhan institusi pada berbagai tingkatan.
Salah satu fokus penelitian membahas optimalisasi Alat Material Khusus Dalmas untuk penanganan unjuk rasa berpotensi konflik. Kajian dilakukan guna mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional serta berkelanjutan.
Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Danang Sarifudin menjelaskan Almatsus Dalmas memiliki fungsi sangat penting. "Peralatan tersebut mendukung personel menjalankan tugas pengendalian massa sesuai prosedur dan prinsip kemanusiaan." ujarnya.
Almatsus Dalmas mencakup berbagai perlengkapan seperti helm, tameng, tongkat pengendalian massa, hingga kendaraan taktis. Seluruh peralatan dirancang untuk melindungi personel sekaligus menjamin hak masyarakat menyampaikan aspirasi.
Penelitian dilakukan karena masih ditemukan sejumlah kendala dalam pemanfaatan perlengkapan pengendalian massa di lapangan. Beberapa diantaranya mencakup keterbatasan jumlah peralatan serta kebutuhan peremajaan sarana pendukung operasional.
Selain itu, peningkatan kapasitas personel melalui pelatihan berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam penelitian tersebut. Dinamika aksi unjuk rasa yang berkembang menuntut kesiapan sumber daya dan perlengkapan memadai.
Tim Puslitbang Polri berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi Almatsus Dalmas pada tingkat kewilayahan. Hasil penelitian akan digunakan sebagai dasar penyusunan langkah optimalisasi yang lebih tepat sasaran.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan unjuk rasa tanpa mengabaikan prinsip hak asasi manusia. Pendekatan profesional dan humanis tetap menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Selain Almatsus Dalmas, penelitian juga menyoroti peran Polri mendukung program ketahanan pangan nasional. Kajian dilakukan sebagai bagian kontribusi institusi terhadap agenda pembangunan pemerintah dalam jangka menengah.
Kombes Pol Danang menyebut ketahanan pangan menjadi salah satu program strategis yang mendapat perhatian serius. Peran kepolisian kini mencakup dukungan terhadap berbagai agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan bergizi, serta pengawasan distribusi pangan. Kepolisian juga menempatkan personel dengan kompetensi pertanian guna memperkuat pendampingan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Polri berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan terkait sektor pangan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan nasional.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan akurat. Pengumpulan informasi dilakukan melalui kuesioner daring serta wawancara mendalam kepada sejumlah informan.
Responden penelitian melibatkan personel kepolisian terkait Almatsus Dalmas dan masyarakat mengenai program ketahanan pangan. Metode tersebut diharapkan menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas pelaksanaan berbagai program kepolisian.
Kabidhumas Polda NTT menegaskan seluruh jajaran siap mendukung pelaksanaan penelitian yang sedang berlangsung. Partisipasi aktif personel dan masyarakat dinilai penting dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang adaptif.
Penelitian di Polda NTT merupakan bagian rangkaian kajian Puslitbang Polri pada sembilan polda sampel. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama semester pertama Tahun Anggaran dua ribu dua puluh enam di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....