Pancasila dari Ende, Pesan Perdamaian untuk Dunia

  • 02 Jun 2026 10:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Ende menjadi panggung penyampaian pesan perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik, polarisasi sosial, dan ketegangan geopolitik global. Dari kota tempat lahirnya gagasan Pancasila, pemerintah menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dan musyawarah sebagai fondasi membangun dunia yang lebih damai.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende, Senin, 1 Juni 2026. Di hadapan sekitar 2.500 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan menjawab berbagai tantangan global saat ini.

Menurut Saifullah Yusuf, dunia membutuhkan pendekatan yang mengedepankan dialog, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut telah lama hidup dalam Pancasila dan menjadi identitas bangsa Indonesia.

Ia menilai Pancasila tidak boleh dipahami hanya sebagai dokumen sejarah atau simbol formal kenegaraan. “Pancasila harus hadir sebagai pedoman yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan Ende sebagai lokasi peringatan nasional dinilai memiliki makna strategis. Kota ini merupakan tempat Presiden pertama RI, Soekarno, merenungkan gagasan yang kemudian melahirkan dasar negara Indonesia. Dari kota inilah semangat persatuan, gotong royong, dan kemanusiaan kembali digaungkan kepada publik nasional.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Indonesia dinilai memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai kebersamaan dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila.

Upacara juga dihadiri pejabat pemerintah pusat dan daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Mewakili Kapolda NTT, Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Juli Agung Pramono turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk komitmen memperkuat nilai kebangsaan dan menjaga stabilitas sosial.

Usai upacara, ribuan pelajar menampilkan Tarian Gawi Kolosal yang menggambarkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Flores. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa nilai Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi juga hidup dalam budaya dan praktik sosial masyarakat.

Dari Ende, kota yang melahirkan perenungan tentang dasar negara, pesan tentang pentingnya persatuan, kemanusiaan, dan perdamaian kembali disampaikan kepada dunia. Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Pancasila ditegaskan tetap menjadi pijakan Indonesia dalam menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....