Sekolah Rakyat di NTT Target Beroperasi Juli 2026, Pembangunan Capai 75 Persen

  • 01 Jun 2026 19:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan Sekolah Rakyat permanen pertama di Nusa Tenggara Timur mulai beroperasi pada Juli 2026. Target tersebut disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan sekolah di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu, 31 Mei 2026, didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Hingga saat ini, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 75 persen. Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare itu dirancang untuk menampung lebih dari 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem pendidikan berbasis asrama.

Selain ruang belajar, fasilitas yang disiapkan mencakup asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta fasilitas kegiatan ekstrakurikuler guna mendukung proses pembelajaran yang terpadu dan berkualitas. Menurut Gus Ipul, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan.

Program tersebut diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kabupaten Kupang menjadi daerah pertama di NTT yang memenuhi persyaratan lahan sehingga dipilih sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di provinsi tersebut.

“Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang Provinsi NTT posisinya sudah mencapai dan mendekati 75 persen dan kita sudah melihat model dari asrama untuk siswa. Kita harapkan pembelajaran nanti bisa dimulai pada bulan Juli mendatang,” kata Saifullah Yusuf.

Pemerintah memastikan seluruh aspek teknis pembangunan telah diperhitungkan secara matang, mulai dari ketersediaan air bersih, pasokan listrik, hingga mitigasi risiko bencana. Pembangunan fisik sekolah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial bertugas mengoordinasikan program bersama pemerintah daerah. Sekolah ini juga akan menerima siswa secara bertahap, dengan target kapasitas penuh lebih dari 1.000 siswa pada tahun 2028.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal penyelesaian pembangunan hingga tuntas sesuai jadwal. Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota lain di NTT segera menyiapkan lahan agar program Sekolah Rakyat dapat diperluas ke berbagai daerah. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....