BMKG Ingatkan Gelombang Sedang di Perairan NTT
- 01 Jun 2026 11:36 WIB
- Ende
Poin Utama
- Tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
- Wilayah terdampak meliputi Laut Sawu, Selat Sape, Selat Sumba, perairan Timor-Rote, dan Taman Nasional Komodo.
- Gelombang tersebut berpotensi membahayakan perahu nelayan dan kapal tongkang.
- BMKG meminta masyarakat memantau informasi cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.
- BMKG Tenau Kupang mengeluarkan peringatan gelombang sedang di sejumlah perairan NTT pada 1–2 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan tersebut berlaku mulai Senin, 1 Juni 2026 pukul 08.00 Wita hingga Selasa, 2 Juni 2026 pagi.
Prakirawan BMKG Tenau Kupang, Akhdan Raffi Satya Maghriza, mengatakan tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, serta sejumlah perairan lainnya di wilayah NTT.
Selain itu, gelombang sedang juga diprakirakan melanda perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, dan kawasan perairan Taman Nasional Komodo. BMKG menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
Menurut Raffi, tinggi gelombang yang mencapai kategori sedang dapat menimbulkan risiko bagi perahu nelayan maupun kapal tongkang. Karena itu, pengguna jasa transportasi laut dan masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di laut.
Secara umum, cuaca di wilayah perairan NTT diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Sementara angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 40 kilometer per jam.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca maritim dapat berubah secara dinamis. Masyarakat dan nelayan diimbau memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....