Lembata Perkuat Literasi Digital Anak, Cegah Risiko di Ruang Siber
- 30 Mei 2026 20:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata memperkuat program literasi digital bagi anak dan orang tua sebagai upaya menghadapi berbagai risiko yang muncul di ruang siber. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lembata, Maria Anastasia Bara Baje, mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam perlindungan anak. Pemerintah daerah menilai pengawasan dan pendampingan penggunaan teknologi perlu dilakukan secara lebih intensif.
Menurut Maria, banyak orang tua masih kesulitan mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini lebih cepat dikuasai oleh anak-anak. Kondisi tersebut membuat literasi digital tidak hanya ditujukan kepada anak, tetapi juga kepada keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.
“Kami memberikan penguatan literasi digital kepada anak dan orang tua, termasuk etika digital dan risiko yang dapat muncul di ruang digital,” ujarnya dalam dialog di Pro 1 RRI Ende, Rabu 20 Mei 2026.
Program penguatan literasi digital itu melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga pendidikan. Dinas Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sekolah-sekolah ramah anak menjadi mitra utama dalam pelaksanaannya.
Saat ini, jumlah sekolah ramah anak di Kabupaten Lembata telah mencapai lebih dari 70 sekolah. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang aman sekaligus mendukung penguatan karakter dan literasi digital peserta didik.
Maria mengingatkan bahwa ancaman di ruang digital tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele. Salah satu kasus yang pernah terjadi di Lembata adalah perundungan melalui media sosial yang berujung pada bunuh diri seorang anak pada tahun 2024.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa dampak negatif dunia digital dapat memengaruhi kondisi psikologis anak secara serius. Karena itu, edukasi mengenai etika bermedia sosial dan penggunaan teknologi secara bijak terus diperkuat.
Selain literasi digital, Pemerintah Kabupaten Lembata juga mendorong penyediaan ruang publik yang aman dan ramah anak. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan kebutuhan anak dalam perencanaan pembangunan daerah meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran.
“Bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga membangun pola pikir masyarakat agar memberikan ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang,” kata Maria.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Lembata berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak. Perlindungan tersebut tidak hanya dilakukan di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....