Disdikbud Ende Prioritaskan Redistribusi Guru dan Pengangkatan Kepsek

  • 30 Mei 2026 20:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende menargetkan redistribusi guru mulai dilaksanakan sebelum atau paling lambat Juli 2026. Langkah ini disiapkan untuk mengatasi ketimpangan jumlah tenaga pendidik yang masih terjadi di sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemerataan guru menjadi salah satu program prioritas setelah dirinya dipercaya memimpin dinas tersebut. Menurutnya, distribusi tenaga pendidik yang lebih merata diperlukan agar seluruh sekolah memperoleh layanan pendidikan yang setara.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat sekolah yang mengalami kekurangan guru, sementara di sekolah lain jumlah tenaga pendidik relatif mencukupi. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas proses belajar mengajar dan capaian pendidikan secara keseluruhan.

"Kami menargetkan redistribusi guru dilakukan sebelum atau pada Juli 2026 agar sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik bisa segera terpenuhi kebutuhannya," ujarnya dalam dialog di Pro 1 RRI Ende, 20 Mei 2026.

Selain redistribusi guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende juga akan mempercepat pengangkatan kepala sekolah definitif. Langkah ini dilakukan karena masih terdapat sejumlah sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt.) kepala sekolah.

Menurut Venantius, keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting untuk memastikan pengelolaan sekolah berjalan lebih efektif. Dengan kepemimpinan yang jelas, berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat dijalankan secara lebih terarah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga berencana menggelar pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah. Program tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Bupati Ende sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas manajerial di lingkungan pendidikan.

Peningkatan disiplin guru turut menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Venantius menilai keberhasilan berbagai program pendidikan sangat bergantung pada kehadiran, tanggung jawab, dan komitmen guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah.

Di sisi lain, penguatan komunitas belajar terus dilakukan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta kelompok kerja pengawas. Forum-forum tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik secara berkelanjutan.

"Melalui komunitas belajar, guru dan kepala sekolah dapat saling berbagi pengalaman serta meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan," kata Venantius.

Berbagai langkah yang disiapkan tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Kabupaten Ende. Pemerataan guru, penguatan kepemimpinan sekolah, dan peningkatan kompetensi pendidik menjadi strategi yang diyakini dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....