Manggarai Timur Kukuhkan Bunda Literasi Perkuat Budaya Baca
- 30 Mei 2026 19:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Ketergantungan masyarakat terhadap informasi instan media sosial dinilai meningkatkan kerentanan publik terhadap hoaks dan provokasi informasi digital. Pemahaman informasi yang diterima secara sepotong-sepotong membuat masyarakat mudah terbawa opini tanpa melakukan penyaringan mendalam terlebih dahulu.
Membaca buku fisik dinilai tetap menjadi solusi penting menjaga keseimbangan pola pikir masyarakat menghadapi derasnya arus informasi digital. Kebiasaan membaca buku membantu masyarakat melatih konsentrasi, ketenangan berpikir, serta kemampuan memahami informasi secara lebih runtut dan kritis.
Di tengah tantangan tersebut, Kabupaten Manggarai Timur mencatatkan indeks minat baca tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini. Capaian positif tersebut menjadi kebanggaan daerah sekaligus pengingat pentingnya meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap bahan bacaan tersedia.
| Baca juga: 10 Anak di NTT Terpapar Radikalisme Digital |
Atas komitmen memperkuat budaya literasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengukuhkan Ny. Teresia Wisang Agas sebagai Bunda Literasi daerah.
Pengukuhan berlangsung di Borong, Jumat 29 Mei 2026, sebagai langkah memperluas gerakan membaca hingga menyentuh lingkungan keluarga dan masyarakat akar rumput.
Peran Bunda Literasi secara nasional merupakan amanat strategis berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan nasional Indonesia.
Ketentuan tersebut diperkuat melalui Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 yang mendorong penguatan budaya literasi melalui gerakan pemberdayaan keluarga.
Figur Bunda Literasi dipilih karena dinilai dekat dengan lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui pendekatan keluarga, budaya membaca diharapkan tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak hingga orangtua.
Bunda Literasi Manggarai Timur nantinya akan memaksimalkan jaringan PKK hingga tingkat dasawisma untuk memperluas gerakan budaya membaca masyarakat.
Langkah awal yang dilakukan adalah membangun koordinasi bersama pemerintah, pihak swasta, serta komunitas lokal peduli literasi di daerah.
Pemerintah daerah juga mewacanakan gerakan peduli literasi bagi Aparatur Sipil Negara sebagai bentuk dukungan pengembangan bahan bacaan masyarakat.
ASN nantinya direncanakan menyumbangkan satu buku secara sukarela guna menambah koleksi bacaan di perpustakaan maupun pojok baca.
Penguatan fasilitas perpustakaan daerah dan pojok baca terus didorong agar masyarakat memperoleh akses belajar lebih nyaman dan mudah dijangkau. Pemerintah daerah juga mengimbau keluarga mulai mengatur penggunaan telepon genggam serta menghidupkan kembali tradisi membaca bersama di rumah.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap masyarakat Manggarai Timur semakin kritis menghadapi informasi dan tidak mudah terpengaruh berita menyesatkan.
Budaya membaca yang kuat diharapkan menjadi fondasi membangun sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing menghadapi perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....