Puskesmas Lao Gencarkan Skrining dan Edukasi Cegah Hepatitis B
- 30 Mei 2026 20:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – UPTD Puskesmas Lao terus memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan Hepatitis B di wilayah kerjanya melalui berbagai inovasi layanan kesehatan yang terintegrasi dengan program kesehatan lainnya. Sejak tahun 2024, Puskesmas Lao aktif melaksanakan sosialisasi dan pemeriksaan Hepatitis B hingga ke rumah gendang dan sekolah-sekolah.
Penanggung Jawab Program Hepatitis UPTD Puskesmas Lao, Maya Human, menjelaskan skrining Hepatitis B merupakan bagian dari program Triple Eliminasi yang menyasar ibu hamil sebagai kelompok prioritas.
"Program ini bertujuan mendeteksi secara dini infeksi Hepatitis B pada ibu hamil guna mencegah penularan dari ibu kepada bayi," ujarnya.
Menurut Maya, apabila ditemukan ibu hamil yang reaktif atau positif Hepatitis B, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes HBeAg untuk mengetahui tingkat replikasi virus. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan replikasi virus aktif, ibu hamil akan mendapatkan terapi antivirus sebagai langkah pencegahan penularan.
Selain itu, bayi yang dilahirkan wajib menerima imunisasi Hepatitis B dosis lahir (HB0) dan imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kelahiran.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi dan skrining bagi masyarakat umum maupun pelajar dilaksanakan sesuai ketersediaan reagen pemeriksaan. Apabila persediaan reagen mencukupi setelah kebutuhan program Triple Eliminasi dan pemeriksaan kelompok berisiko terpenuhi, maka layanan skrining akan diperluas kepada masyarakat umum.
"Tujuan skrining pada masyarakat adalah memperluas temuan kasus sehingga masyarakat dapat mengetahui sejak dini keberadaan virus dalam tubuh dan segera melakukan langkah pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ujarnya.
Memasuki tahun 2025, Puskesmas Lao mengembangkan inovasi pelayanan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pemeriksaan Hepatitis B bagi pelamar kerja, khususnya yang akan bekerja pada dapur gizi dan memerlukan surat keterangan bebas Hepatitis B. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Puskesmas Lao menjalin kerja sama dengan Laboratorium Perintis Ruteng dalam pelayanan pemeriksaan HBsAg guna mendeteksi infeksi virus Hepatitis B.
Kerja sama ini dilakukan karena ketersediaan reagen di Puskesmas Lao masih diprioritaskan untuk mendukung program Triple Eliminasi.
Dalam skema kerja sama tersebut, Laboratorium Perintis Ruteng melakukan pemeriksaan sesuai tarif yang berlaku, sementara Puskesmas Lao menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan (SKK) sesuai ketentuan Peraturan Daerah yang berlaku.
Maya menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang reaktif Hepatitis B, maka Surat Keterangan Kesehatan tidak dapat diterbitkan.
Kerja sama dengan Laboratorium Perintis Ruteng juga berdampak pada meningkatnya temuan kasus di masyarakat. "Jika hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 76 kasus Hepatitis B, maka melalui kolaborasi tersebut jumlah kasus yang berhasil ditemukan meningkat menjadi 113 kasus," ungkapnya.
Selain meningkatkan temuan kasus, Puskesmas Lao juga terus memperkuat upaya pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu ke bayi. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan HBeAg pada ibu hamil yang terkonfirmasi positif Hepatitis B saat usia kehamilan memasuki 27 minggu, serta memberikan edukasi kepada ibu agar bayi yang dilahirkan segera memperoleh imunisasi HB0 dan HBIG dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kelahiran.
Melalui pemeriksaan dini, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas layanan kesehatan, Puskesmas Lao berharap dapat menekan angka penularan Hepatitis B serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dan pencegahan penyakit tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....