Kabupaten Ende Meriahkan Hari Lahir Pancasila Lewat PESTA 2026

  • 29 Mei 2026 17:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende menghadirkan Pekan Ende Street Festival (PESTA) 2026 sebagai ruang budaya dan kebangsaan untuk menghidupkan semangat Pancasila di Kota Rahim Pancasila. Festival yang berlangsung pada 28 Mei hingga 3 Juni 2026 itu melibatkan ribuan masyarakat melalui parade budaya, pentas seni, doa lintas agama, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende sekaligus Ketua Panitia, Mohamad Sahab, mengatakan PESTA tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga ruang memperkuat persatuan dan identitas kebangsaan masyarakat Ende di tengah perkembangan zaman digital dan perubahan sosial yang cepat.

“PESTA menjadi ruang bersama untuk memeriahkan Hari Lahir Pancasila sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebudayaan masyarakat Ende,” ujarnya dalam laporan panitia di halaman Kantor Bupati Ende, Kamis, 28 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pancasila Night yang menghadirkan pertunjukan seni, pameran UMKM, serta kreativitas pelajar, sanggar seni, kelompok ekonomi kreatif, dan pelaku industri kecil menengah. Agenda tersebut menjadi upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal sekaligus membuka ruang promosi bagi produk masyarakat Ende.

Selain itu, Parade Pancasila akan melintasi sejumlah titik bersejarah di Kota Ende mulai dari Kantor Pelindo hingga Taman Renungan Bung Karno. Parade melibatkan unsur OPD, TNI-Polri, organisasi masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga paguyuban etnis sebagai simbol keberagaman yang hidup harmonis di Kabupaten Ende.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga akan dimeriahkan pawai obor dari Jalan Soekarno menuju Monumen Pancasila yang disertai pertunjukan tonil karya Bung Karno oleh mahasiswa Universitas Flores. Sementara itu, sekitar 3.000 pelajar tingkat SMP dan SMA dijadwalkan mengikuti tarian Gawi massal sebagai simbol persatuan dan gotong royong masyarakat Ende.

PESTA 2026 turut menghadirkan doa kebangsaan lintas agama yang melibatkan umat Katolik, Islam, Protestan, Hindu, dan Buddha. Pemerintah Kabupaten Ende berharap festival tersebut memperkuat nilai toleransi, kebudayaan, dan semangat kebangsaan masyarakat di tengah keberagaman yang ada.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....