Bahasa Indonesia Dinilai Kunci Persatuan di Era Digital

  • 28 Mei 2026 20:23 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Alexander Bala menegaskan bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan media sosial.
  • Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas dan perekat keberagaman bangsa Indonesia.
  • Ketika bahasa dijaga, maka identitas dan keindonesiaan juga ikut dirawat,” ujarnya. Alexander Bala menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi bahasa Indonesia.

RRI.CO.ID, Ende – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Alexander Bala, menegaskan bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan media sosial. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dinilai penting untuk menjaga identitas nasional di tengah dominasi bahasa asing dan budaya digital.

Hal tersebut disampaikan Alexander Bala saat menjadi narasumber dalam program Kita Indonesia, Kamis, 28 Mei 2026. Menurutnya, bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga perekat keberagaman masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai suku dan budaya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat dalam memperluas akses informasi dan komunikasi masyarakat. Namun, di sisi lain, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai tergerus oleh bahasa asing, singkatan, serta bahasa gaul yang semakin mendominasi ruang digital.

“Bahasa Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ketika bahasa dijaga, maka identitas dan keindonesiaan juga ikut dirawat,” ujarnya.

Alexander menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar menjaga eksistensi bahasa Indonesia di era digital. Menurutnya, anak muda perlu memanfaatkan media sosial secara bijak dengan tetap menggunakan bahasa yang santun, edukatif, dan sesuai kaidah kebahasaan.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah maraknya arus informasi di media sosial. Kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan bahasa secara tepat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berbudaya.

Selain itu, Alexander mengajak lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sejak dini. Pembiasaan penggunaan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga jati diri bangsa.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya dan identitas nasional. Ia menegaskan bahasa Indonesia harus tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, termasuk dalam ruang digital yang kini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat modern.

Melalui momentum tersebut, Alexander berharap generasi muda terus menjadikan bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan sekaligus sarana memperkuat nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....