Ratusan Hewan Kurban Perkuat Toleransi Umat di Sikka
- 28 Mei 2026 09:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Sebanyak 214 ekor sapi dan 95 ekor kambing dikurbankan pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Sikka, Rabu 27 Mei 2026. Nilai hewan kurban yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Pelaksanaan sholat Iduladhaberlangsung di Lapangan Umum Kota Baru Maumere yang berada di depan Gereja Kalvari. Lokasi tersebut telah puluhan tahun digunakan umat Muslim di Maumere untuk melaksanakan sholat Iduladha berjamaah.
Wakil Ketua Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sikka, Amir Djonu, mengatakan bantuan hewan kurban berasal dari berbagai kalangan. Penyumbang di antaranya Presiden RI, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, paroki di Keuskupan Maumere, hingga seorang rektor perguruan tinggi.
Menurut Amir, dukungan dari lintas agama terhadap pelaksanaan kurban bukan baru terjadi tahun ini. Ia menyebut beberapa paroki di Keuskupan Maumere telah rutin membantu penyediaan hewan kurban dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
“Bahkan pernah seorang pendeta datang bertanya karena ingin ikut memberikan sumbangan hewan kurban,” kata Amir usai Sholat Id di Lapangan Umum Kota Baru. Ia menilai semangat kebersamaan masyarakat Sikka semakin kuat dalam momentum Idul Adha.
Amir menjelaskan seluruh bantuan hewan kurban langsung didistribusikan ke sejumlah masjid dan titik pembagian lainnya. Proses distribusi dilakukan agar daging kurban segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat membantu pelaksanaan kurban di Kabupaten Sikka. Menurutnya, partisipasi lintas elemen masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian sosial di daerah tersebut.
Daging kurban, lanjut Amir, tidak hanya dibagikan kepada umat Muslim dan kaum fakir miskin. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sikka juga telah menyepakati pembagian daging kurban kepada warga non Muslim.
“Dan ini kebetulan saya di Masjid Darusalam Waioti, kami telah praktikkan,” ujar Amir. Ia menilai pembagian tersebut menjadi bentuk nyata toleransi antarumat beragama di Kabupaten Sikka.
| Baca juga: Polres Nagekeo Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban |
Amir menegaskan Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat introspeksi diri serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku dan agama. Menurutnya, keharmonisan masyarakat merupakan modal utama membangun Kabupaten Sikka.
“Iduladha merekatkan kita semua, apapun sukunya, apapun agamanya, kita saling bersatu untuk membangun Sikka,” katanya. Ia berharap masyarakat terus menjaga suasana aman, damai, dan saling menghormati seperti yang telah terbangun selama ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....