Pantau Aktivitas Magma, PVMBG Deteksi Perubahan Struktur Gunung Lewotobi

  • 27 Mei 2026 21:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim - Badan Geologi mendeteksi adanya gejala inflasi atau pembengkakan struktur tubuh Gunung Lewotobi Laki-laki akibat tekanan magma yang terus meningkat. Fenomena geomorfologi ini terpantau secara konsisten melalui grafik alat tiltmeter di Stasiun Wolorona (WLR2) hingga akhir Mei 2026.

Sumbu Y pada alat pengukur deformasi tersebut menunjukkan grafik kenaikan bertahap yang telah berlangsung sejak pertengahan April lalu. Indikasi ini memperlihatkan bahwa ada akumulasi volume fluida vulkanik dalam jumlah besar yang kini terjebak di zona dangkal.

Kondisi pembengkakan ini diperkuat oleh rekaman instrumen seismik yang mendeteksi 217 kali Gempa Tremor Non-Harmonik dalam sepekan. Dominasi gempa permukaan ini menjadi bukti kuat bahwa aliran gas dan fluida magmatik bergerak sangat agresif di dalam rekahan gunung.

Selain tremor, tim ahli vulkanologi juga mencatat lonjakan drastis pada Gempa Low Frequency yang mencapai 31 kejadian. Kemunculan jenis gempa ini mengonfirmasi bahwa tekanan di bawah kawah jauh lebih aktif dibandingkan minggu sebelumnya.

Uniknya, tim pemantau justru tidak menemukan adanya aktivitas Gempa Vulkanik Dangkal (VB) sepanjang periode pengamatan kali ini. Ketiadaan gempa VB tersebut mengindikasikan bahwa jalur pipa magma menuju permukaan saat ini sudah dalam kondisi terbuka lebar.

Meskipun pasokan magma dari kedalaman dalam menunjukkan tren fluktuatif, proses pengisian ulang (recharge) magma baru dilaporkan belum sepenuhnya berhenti. Hal ini terlihat dari masih terekamnya 38 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) yang menjadi motor utama kekuatan erupsi.

Hingga berita ini di turunkan para ilmuwan di Pos PVMBG terus memantau fluktuasi energi kumulatif gunung api kembar ini secara berkala. Data-data pergerakan bumi ini akan menjadi acuan vital bagi pemerintah dalam menentukan naik atau turunnya status kebencanaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....