Ribuan Umat Islam Shalat Idul Adha Bersama di Satadion Marilongan

  • 27 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Ribuan umat Islam di wilayah Wolowona dan sekitarnya memadati Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu 27 Mei 2026. Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dengan Imam H. Mohamad Salam Daud, SH dan khatib Awaludin Mahmud, S.Pd.

Dalam khutbahnya, Awaludin mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Kurban: Refleksi Pendidikan Keluarga Ibrahim dalam Merawat Alam dan Manusia”. Ia mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim serta keikhlasan Nabi Ismail.

Menurut Awaludin, peristiwa kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan semata. Kurban merupakan simbol totalitas kepatuhan kepada Allah SWT dan semangat pengorbanan demi menegakkan kebenaran.

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim saat hendak menyembelih Nabi Ismail mengandung pesan besar tentang kemanusiaan. Ketika pisau tajam siap digerakkan, Allah SWT menggantinya dengan seekor domba sebagai tanda larangan menumpahkan darah manusia atas nama apa pun.

“Islam datang untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kasih sayang,” ujar Awaludin di hadapan ribuan jamaah. Ia menambahkan, spirit kurban harus mampu mengikis sifat serakah, egois, dan sikap menindas terhadap kaum lemah.

Menurutnya, pembagian daging kurban menjadi simbol perekat sosial di tengah masyarakat. Melalui kurban, sekat antara si kaya dan si miskin dapat diperkecil sehingga tumbuh rasa persaudaraan dan kepedulian sosial.

Awaludin juga menyoroti pentingnya pendidikan keluarga sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dalam mendidik Nabi Ismail. Ia menilai keteguhan Ibrahim menjaga keluarganya dari pengaruh penyembahan berhala menjadi pelajaran penting bagi orang tua masa kini.

Ia mengungkapkan kondisi pendidikan anak-anak saat ini mengalami kemerosotan moral yang cukup memprihatinkan. Peserta didik dinilai mulai kehilangan orientasi nilai akibat kuatnya penetrasi budaya luar yang membentuk perilaku jauh dari ajaran keislaman.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk segera bangkit menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari bahaya narkoba, judi, seks bebas, dan kekerasan.

Awaludin menegaskan, lingkungan pendidikan yang baik sangat menentukan pembentukan akhlak dan kepribadian anak. “Jika generasi hari ini baik maka selamatlah bangsa ini, tetapi jika mereka rusak maka bangsa tinggal menunggu kehancuran,” ujarnya menutup khutbah Idul Adha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....