Pengurus Disabilitas Ende Dikukuhkan, Tekankan Pendampingan Berkelanjutan
- 24 Mei 2026 09:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pengurus terpilih Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Ende (PPDKAE) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Pembina PPDKAE, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A atau yang akrab disapa RD Fery Dhae. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula STIPAR Ende, Sabtu 23 Mei 2026
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan serah terima jabatan pengurus lama kepada pengurus baru. Acara turut dihadiri Staf Ahli Bupati Ende Mensi Tiwe, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, jajaran Polres Ende, serta anggota dan pengurus PPDKAE.
Dalam struktur kepengurusan baru, Hironimus Minggu dipercaya sebagai ketua didampingi Ahmad Yani Tahir sebagai wakil ketua. Jabatan sekretaris diemban Lukas Raja dan bendahara dipercayakan kepada Yulianus Atu Odja.
Sementara posisi pengawas diketuai Mohamad Rustam dengan anggota Marselinus Jago. Kepengurusan ini akan menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan hingga 2031.
PPDKAE merupakan wadah perjuangan bersama bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Ende. Organisasi tersebut fokus memperjuangkan hak, kesetaraan, partisipasi, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan.
Usai pelantikan, RD Fery Dhae mengatakan pendampingan terhadap kelompok disabilitas membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra. Menurutnya, mengorganisasi penyandang disabilitas tidak sulit, namun menjaga keberlanjutan organisasi memerlukan ketelatenan.
“Untuk mengumpulkan mereka gampang, tetapi mempertahankan kelanggengan organisasi membutuhkan perhatian dan pendampingan yang serius,” ujar RD Fery Dhae. Ia menilai para penyandang disabilitas memiliki sensitivitas tinggi, terutama berkaitan dengan kesejahteraan dan penghargaan terhadap diri mereka.
RD Fery juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi komunitas disabilitas di Ende. Selain keterbatasan fisik, faktor emosional dan kemampuan manajemen organisasi menjadi kendala yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, proses pendampingan harus dilakukan secara sabar karena kemampuan setiap individu berbeda-beda. Ia menegaskan bahwa harapan yang terlalu cepat justru dapat menghambat proses pengembangan diri para penyandang disabilitas.
RD Fery menilai perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Sosial selama ini cukup besar terhadap penyandang disabilitas. Bahkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, penyandang disabilitas pernah mendapat kesempatan bantuan hibah usaha secara langsung.
Namun demikian, ia menilai rendahnya rasa percaya diri dan keterampilan masih menjadi tantangan utama. Karena itu, PPDKAE diharapkan mampu membangun harga diri, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan semangat berusaha bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten Ende.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....