Dinas PKO Manggarai Barat Genjot Peningkatan Literasi dan Numerasi
- 23 Mei 2026 10:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa pada jenjang SD hingga SMP. Upaya tersebut dinilai membutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang solid dari seluruh pihak terkait.
Kepala Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, mengakui capaian indikator makro pendidikan daerah hingga tahun 2025 masih belum sepenuhnya memenuhi target, terutama pada sejumlah indikator kemampuan numerasi dan iklim kebinekaan di sekolah.
Hal itu disampaikan Agustinus Gias saat memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi bersama 266 kepala sekolah SD se-Kabupaten Manggarai Barat di D’AJ Hall, Kamis 21 Mei 2026.
| Baca juga: 10 Anak di NTT Terpapar Radikalisme Digital |
“Meski beberapa target terlampaui, sejumlah indikator justru masih belum optimal,” kata Agustinus.
Dirinya menjelaskan, pada jenjang SMP target skor kemampuan literasi tahun 2025 sebesar 63,13 berhasil dilampaui dengan capaian 64,71. Namun, skor kemampuan numerasi SMP baru mencapai 56,16. Sementara itu, indikator Iklim Kebinekaan SMP yang ditargetkan 74,21 baru terealisasi 68,48.
Sedangkan pada jenjang SD, target skor kemampuan numerasi sebesar 49,50 tercapai 49,64. Namun capaian Iklim Kebinekaan SD masih berada di angka 67,35 dari target 74,81. Begitu pula Iklim Inklusivitas SD yang ditargetkan 62,89 baru mencapai 60,89. Adapun skor kemampuan literasi SD telah melampaui target dengan capaian 55,2 dari target 53,96.
Menurutnya, berbagai indikator yang belum mencapai target membutuhkan intervensi serius dan koordinasi intensif antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Mari kita berkolaborasi. Kita butuh kerja sama agar capaian indikator pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat semakin optimal. Saya tahu ini bukan kerja yang gampang. Tapi dengan kerja keras dan kolaborasi, kita pasti bisa,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui optimalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan sekolah.
“Mari kita perbaiki sistem kerja kita, perbaiki layanan pembelajaran dan penguatan iklim kebhinekaan di sekolah serta tingkatkan inovasi,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, lanjutnya, menargetkan peningkatan bertahap capaian indikator pendidikan hingga tahun 2029. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas PKO juga membentuk tim sinkronisasi Dapodik tingkat satuan pendidikan.
Melalui kebijakan itu, setiap sekolah diwajibkan melakukan rekonsiliasi aset setiap bulan dan menyampaikan laporan paling lambat tanggal 5 setiap bulan.
“Komitmen bersama harus dibangun. Seluruh data sarana harus diinput secara akurat, objektif, dan sesuai kondisi riil agar kebutuhan revitalisasi terbaca dan bisa diakomodir,” ungkapnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut, Agustinus juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak melakukan pungutan liar kepada orang tua siswa.
“Saya tekankan tidak boleh ada segala bentuk pungutan liar yang membebani orang tua siswa. Untuk berbagai kebutuhan sekolah, optimalkan dana BOS,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....