Paguyuban Sound System Maumere Bantu Pembangunan Gereja Waioti
- 22 Mei 2026 15:21 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Paguyuban Sound System Maumere (PSSM) menunjukkan kepedulian sosial dengan menyumbangkan dana sebesar Rp25 juta untuk pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti, Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti, Romo Lorens Noi, di Aula Paroki Santo Gabriel Waioti, Rabu 20 Mei 2026.
Ketua PSSM, Saverinus Fredinando Keytimu, mengatakan dana bantuan diperoleh melalui kegiatan Battle Sound System yang digelar selama tiga hari. Ajang tersebut berlangsung pada 14-16 Mei 2026 di kawasan Pantai Pintar Asia Beach, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Pria yang akrab disapa Blepits itu menjelaskan, kegiatan Battle Sound System bukan sekadar kompetisi audio hiburan semata. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang solidaritas sosial untuk membantu pembangunan rumah ibadah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa komunitas sound system juga bisa berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Blepits. Ia menambahkan, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam penggalangan dana tersebut.
Romo Lorens Noi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PSSM terhadap pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian komunitas kreatif terhadap kebutuhan umat.
Romo Lorens juga mendoakan seluruh anggota PSSM dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Battle Sound System. Menurut dia, kegiatan yang membawa dampak sosial seperti ini perlu terus dipertahankan sebagai sarana mempererat persaudaraan.
“Kegiatan positif seperti ini harus terus berlangsung, dan semoga niat baik ini menjadi komitmen dalam menjaga tali persaudaraan,” kata Romo Lorens Noi. Ia berharap sinergi antara komunitas dan masyarakat terus tumbuh di Kabupaten Sikka.
Battle Sound System sendiri melibatkan 57 peserta dari berbagai daerah di Flores dan sekitarnya. Selain dari Kabupaten Sikka, peserta juga datang dari Aimere, Mbay, Ende, Wolowaru, hingga Larantuka.
Ajang uji kemampuan audio yang populer dengan istilah horreg itu menarik perhatian banyak pengunjung selama pelaksanaan kegiatan. Berbagai peserta menampilkan kualitas volume, resonansi bass, hingga kejernihan suara dalam kompetisi tersebut.
Ketua Panitia, Theodorus Nong Babo Rua, mengatakan kegiatan itu digelar untuk memperkuat solidaritas pembangunan gereja sekaligus mempererat hubungan antar pemilik sound system dan para penggemarnya. Ia menilai komunitas audio memiliki ruang besar untuk membangun afirmasi positif di tengah masyarakat.
“Syukurlah dari kegiatan ini kami bisa menggalang dana untuk membantu pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti,” ujarnya. Ia juga menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari JIC, Perkasa Audio, Pintu Air, Tenda Jadi, serta vendor lighting dan genset dari Kabupaten Sikka..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....