Ternak Sikka Dikirim ke Jeneponto jelang Iduladha

  • 22 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Sebanyak 47 ekor ternak asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, diberangkatkan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, melalui Pelabuhan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Rabu 20 Mei 2026. Pengiriman tersebut terdiri atas 12 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah dan 35 ekor kuda untuk perdagangan serta pemeliharaan ternak.

Seluruh ternak diangkut menggunakan kapal layar motor Surga Mulia 02 setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh instansi terkait. Proses pengiriman berlangsung di bawah pengawasan petugas karantina hewan dan dinas peternakan.

Pengusaha ternak, Haji Ramli, mengatakan seluruh dokumen pengiriman telah diterbitkan sebelum keberangkatan. Kelengkapan administrasi tersebut memungkinkan distribusi ternak antarpulau dilakukan sesuai ketentuan karantina hewan dan perdagangan ternak.

“Semua dokumen sudah lengkap sehingga hewan-hewan ini diperbolehkan untuk dikirim,” kata Haji Ramli di Pelabuhan Wuring. Dokumen pengiriman diterbitkan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sikka, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Balai Karantina Hewan Kabupaten Sikka.

Koordinator Lapangan Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo, mengatakan pengiriman 35 ekor kuda tersebut sekaligus menutup kuota distribusi kuda dari Kabupaten Sikka pada 2026. Tahun ini, kuota pengiriman kuda dari Sikka ditetapkan sebanyak 95 ekor.

“Total kuota pengiriman kuda tahun ini sebanyak 95 ekor dan hari ini menjadi pengiriman terakhir,” ujar Fabianus. Ia menegaskan kuda-kuda tersebut tidak diperuntukkan sebagai hewan kurban, melainkan untuk kebutuhan pemeliharaan dan perdagangan ternak di Jeneponto.

Sementara itu, pengiriman 12 ekor sapi menjadi distribusi perdana ternak sapi dari Kabupaten Sikka sepanjang 2026. Sapi-sapi tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha di Sulawesi Selatan yang permintaannya mulai meningkat.

Dokter Karantina Hewan Kabupaten Sikka, drh. Endah Ismiati, memastikan seluruh ternak telah menjalani pemeriksaan fisik sebelum diberangkatkan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi hewan sehat dan layak dikirim ke luar daerah.

“Hewan yang dikirim sudah diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan sehat. Semua dokumen administrasi maupun dokumen pendukung juga telah lengkap,” kata Endah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah.

Distribusi ternak dari Flores ke Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan ternak utama di kawasan timur Indonesia. Aktivitas tersebut umumnya meningkat menjelang Iduladha ketika kebutuhan sapi kurban di berbagai daerah mengalami lonjakan.

Selain memperkuat pasokan hewan kurban, pengiriman ternak antarpulau juga menjadi salah satu penopang ekonomi peternak dan pelaku usaha ternak di Kabupaten Sikka. Perdagangan ternak lintas daerah dinilai membantu menjaga perputaran ekonomi masyarakat peternak di Flores.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....